Darah Prajurit TNI Tumpah di Lebanon, HNW Mengamuk! Desak PBB Hukum Israel dan Ancam Tarik Pasukan Indonesia

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS – Tragedi gugurnya kembali prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon memicu kemarahan keras dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Politikus yang akrab disapa HNW itu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa segera menjatuhkan sanksi berat kepada Israel atas serangan yang menewaskan empat prajurit TNI dan melukai lainnya.

banner 719x1003

“PBB sudah seharusnya menjatuhkan sanksi terhadap Israel yang dilaporkan sebagai pelaku penyerangan terhadap prajurit TNI penjaga perdamaian,” tegas HNW dalam keterangannya, yang diterima suarasmr.news Senin (27/4/2026).

Serangan Dinilai Kejahatan Perang: Menurut HNW, tindakan Israel bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk nyata pelanggaran hukum internasional.

Ia menegaskan serangan terhadap personel nonkombatan dan pasukan penjaga perdamaian PBB bertentangan dengan Konvensi Jenewa 1949 dan Konvensi Keselamatan Personel PBB 1994.

Bahkan, menurutnya, aksi tersebut bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang sebagaimana diatur dalam Statuta Roma.

“Prajurit TNI hadir di Lebanon dengan mandat resmi PBB. Maka PBB wajib memberi perlindungan maksimal dan menghukum pelaku penyerangan,” ujarnya.

banner 719x1003

PBB Dinilai Mandul, Israel Kian Brutal: HNW menyoroti bahwa serangan terhadap pos perdamaian yang dijaga prajurit Indonesia bukan pertama kali terjadi. Pada 2024, pasukan TNI di Lebanon juga sempat menjadi korban serangan, namun tanpa sanksi tegas.

“Karena tidak ada hukuman, Israel leluasa mengulangi kejahatannya. Kini bahkan menimbulkan korban jiwa,” katanya tajam.

Ia menilai PBB tak cukup hanya mengutuk dan menyelidiki. Dunia internasional, kata dia, menunggu tindakan nyata demi menjaga marwah lembaga tersebut.

Indonesia Diminta Evaluasi, Pasukan Bisa Dipulangkan: Di sisi lain, HNW meminta pemerintah Indonesia mengevaluasi keberadaan prajurit TNI dalam misi UNIFIL jika keselamatan mereka tidak dijamin.

“Konstitusi bukan hanya bicara perdamaian dunia, tapi juga melindungi seluruh warga negara Indonesia, termasuk prajurit TNI. Jika tak ada jaminan keamanan, Indonesia patut mempertimbangkan menarik pasukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Retak di Balik Sekutu AS–Israel Berselisih, Iran Pasang Syarat Keras Akhiri Perang

Rico Pramudia Gugur, Indonesia Berduka: Prajurit Kepala Rico Pramudia meninggal dunia setelah dirawat akibat luka serius usai ledakan proyektil di markas pasukan di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret lalu. Kabar duka itu diumumkan UNIFIL pada Jumat (24/4/2026).

Dengan wafatnya Rico, Indonesia telah kehilangan empat prajurit TNI dalam sebulan terakhir saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Mereka yang lebih dulu gugur adalah Farizal Rhomadhon, lalu Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ikhwan.

Kini sorotan tajam tertuju ke markas besar PBB: apakah dunia akan diam lagi, atau akhirnya bertindak tegas atas darah prajurit Indonesia yang tumpah di tanah konflik? (red/akha)

banner 719x1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *