Disergap Zionis, Disiksa hingga Disetrum! 9 WNI Aktivis Kemanusiaan Gaza Akhirnya Pulang ke Indonesia

oleh

SUARASMR.NEWS – Tangis haru pecah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu 24 Mei 2026 sore.

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Zionis Israel akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah air setelah melewati drama penahanan penuh tekanan dan dugaan penyiksaan.

banner 720x1000

Kesembilan WNI tersebut merupakan relawan kemanusiaan yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, misi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Namun misi damai itu berubah menjadi mimpi buruk ketika kapal mereka disergap militer Israel di tengah perjalanan.

Para relawan Indonesia itu mengaku mengalami tindakan brutal selama ditahan. Mereka disebut dipukuli, ditendang, bahkan disetrum oleh personel militer Zionis saat berada dalam tahanan.

Pemerintah Indonesia bergerak cepat melakukan langkah diplomasi dan negosiasi internasional demi membebaskan para WNI tersebut.

Setelah melalui proses panjang, mereka akhirnya berhasil keluar dari tahanan dan dipulangkan ke Indonesia melalui rute Istanbul-Dubai-Jakarta menggunakan maskapai Emirates.

banner 720x1000

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut hadir langsung menyambut kepulangan para relawan kemanusiaan itu di Bandara Soekarno-Hatta. Ia memastikan seluruh WNI berada dalam kondisi selamat.

“Hari ini kita kedatangan teman-teman aktivis kemanusiaan yang sebelumnya ditahan oleh militer Israel. Syukur Alhamdulillah mereka semua dalam keadaan selamat,” ujar Sugiono dalam konferensi pers.

Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, DPR RI, serta pemerintah Turkiye, Yordania, dan Mesir yang ikut membantu proses pembebasan dan pemulangan para WNI.

Tak hanya itu, Menlu RI kembali melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ini adalah pelanggaran hukum internasional. Mereka adalah warga sipil yang membawa misi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina, bukan pelaku kriminal,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Evakuasi WNI Gelombang Pertama, WNI yang Menetap di Iran Berjumlah 386 Orang

Sebelumnya, seluruh relawan GSF dari berbagai negara dikabarkan telah dibebaskan dan dideportasi keluar dari wilayah Israel menuju Turkiye.

Sesampainya di Istanbul, para WNI menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, hingga pengambilan testimoni terkait dugaan kekerasan yang mereka alami selama ditahan.

Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, mengatakan proses pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan mental para relawan pasca-penahanan.

Kisah para relawan Indonesia ini kini menjadi sorotan dunia. Di tengah blokade dan konflik berkepanjangan di Gaza, keberanian mereka membawa misi kemanusiaan justru berujung penahanan dan dugaan penyiksaan yang memicu gelombang kecaman internasional. (red/hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *