SUARASMR.NEWS JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan besar dalam mekanisme penyaluran bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ke depan, bantuan bedah rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berpeluang tidak lagi diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan material bangunan seperti semen, genteng, kayu, hingga baja ringan.
Usulan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin. Presiden meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Sosial segera mengkaji skema baru tersebut agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Dengan mungkin kita tidak kasih uang, tapi kasih bahan. Kasih semen, kasih genteng, kasih kayu, atau kasih baja ringan dan sebagainya. Supaya lebih banyak yang menerima,” ujar Prabowo.
Menurut Kepala Negara, pemberian bantuan dalam bentuk material dinilai lebih efektif sekaligus membuka peluang untuk memperluas jumlah penerima manfaat.
Dengan penyesuaian nilai bantuan, anggaran yang tersedia diharapkan mampu membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan rumah layak huni.
Prabowo secara khusus meminta Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghitung kemungkinan penambahan penerima manfaat melalui perubahan mekanisme penyaluran tersebut.
Saat ini, program BSPS telah menjangkau sekitar 400 ribu penerima manfaat, dengan nilai bantuan sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah.
Pemerintah berharap kajian terhadap skema baru ini mampu menghadirkan program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (red/ria)











