Puan Maharani: Stop Bullying! Setiap Anak Indonesia Berhak Tumbuh Aman dan Bahagia

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan perang terhadap perundungan (bullying) yang masih menghantui anak-anak Indonesia. Dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Puan menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik di sekolah maupun di ruang digital.

banner 720x1000

Menurut Puan, Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa masa depan Indonesia sedang dibentuk melalui kehidupan jutaan anak hari ini.

“Semua anak Indonesia berhak untuk tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang layak, hidup dalam lingkungan yang aman, serta mengembangkan potensi terbaiknya tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga maupun tempat mereka dilahirkan,” tegas Puan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Namun, ia mengingatkan masih banyak persoalan serius yang membayangi masa depan anak Indonesia. Mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi anak, hingga maraknya perundungan dan ancaman di dunia digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Puan menegaskan berbagai persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab satu sektor, melainkan menjadi ukuran nyata sejauh mana negara hadir melindungi generasi penerus bangsa.

Sorotan khusus diberikan pada kasus bullying yang masih marak terjadi, baik secara verbal, fisik, psikologis, maupun melalui media sosial. Menurutnya, dampak perundungan dapat menghancurkan masa depan anak, bahkan memicu tindakan ekstrem.

banner 720x1000

Ia menyinggung kasus yang baru terjadi di Padang, ketika seorang siswa diduga nekat membuat dan meledakkan bom rakitan setelah lama menjadi korban perundungan. Peristiwa itu dinilai menjadi alarm keras bahwa bullying tidak boleh lagi dianggap sebagai kenakalan biasa.

“Masalah perundungan harus ditempatkan sebagai persoalan serius dalam tumbuh kembang anak. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk segera mengatasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota Komisi III DPR RI Mendukung Pembubaran Satgas Saber Pungli Bentukan Jokowi 

Puan pun mendesak pemerintah bersama satuan pendidikan menyusun strategi yang lebih efektif untuk memberantas perundungan di sekolah. Di saat yang sama, ia meminta adanya langkah konkret menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak dari berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan siber.

Menurutnya, perundungan di dunia maya sering kali meninggalkan luka psikologis yang lebih dalam karena bersifat personal dan dapat terjadi tanpa henti melalui media sosial, pesan instan, maupun konten digital.

“Terkadang kata-kata di media sosial, chat, atau gambar yang dikirim jauh lebih menyakitkan bagi anak-anak yang menjadi korban. Karena itu, diperlukan langkah yang tepat untuk melindungi mereka dari bullying di ruang digital,” pungkas Puan. (red/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *