SUARASMR.NEWS NTT – Kabar duka menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA telah menelan puluhan korban jiwa.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan, berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, 33 orang meninggal dunia dan 23 lainnya mengalami luka-luka.
“Saat ini data yang kami miliki, ada korban meninggal 33 orang,” ujar Melki saat memberikan keterangan pers di Maumere.
Rinciannya, korban meninggal dunia tercatat di Sikka 3 orang, Ende 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, masing-masing mencapai 14 orang.
Sementara itu, korban luka tercatat sebanyak 23 orang, dengan rincian Sikka 6 orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat 4 orang. Ribuan warga juga dilaporkan mengungsi untuk menyelamatkan diri.
Empat Warga Masih Terjebak : Situasi semakin mencekam setelah empat orang dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan di wilayah Manggarai. Tim gabungan kini bergerak melakukan proses evakuasi dan penyelamatan.
Pemerintah menyebut proses pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan mengingat hampir seluruh wilayah Flores terdampak dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.
“Pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait terus bergerak memastikan penanganan korban berjalan optimal,” tegas Melki.
NTT Proses Penetapan Bencana Daerah : Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah memproses penetapan gempa tersebut sebagai bencana daerah tingkat provinsi.
Sedangkan mengenai kemungkinan penetapan sebagai bencana nasional, Melki menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan data apa adanya. Penetapan status nasional nanti sepenuhnya diputuskan oleh pemerintah pusat,” katanya.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan melalui sumber resmi pemerintah daerah, kepolisian, dan BMKG.
Sampai berita ini ditulis, jumlah korban 33 orang meninggal. Data korban dan kerusakan masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses evakuasi serta pendataan di lapangan. (red/niluh)












