Selebgram Jule Positif Etomidate! Polisi Bongkar Rantai Peredaran 99 Cartridge Vape, Ada Jejak hingga WNA China

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Kasus dugaan peredaran cartridge vape mengandung etomidate semakin melebar. Selebgram Julia Prastini (JP) alias Jule ikut terseret dalam pengembangan perkara setelah polisi menyatakan hasil pemeriksaan urine terhadapnya positif mengonsumsi etomidate.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan hasil tersebut diketahui setelah Jule menjalani pemeriksaan terkait paket cartridge vape yang diterimanya di sebuah apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

banner 930x110

“Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan (Jule) diketahui positif mengonsumsi etomidate,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (20/9/2026).

Penangkapan dan pemeriksaan terhadap Jule merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang sebelumnya mengarah kepada dua perempuan berinisial RR dan RN.

Dari apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, polisi sebelumnya mengamankan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Penyidik kemudian memburu asal barang tersebut. Jejak penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial XC, warga negara asing (WNA) China.

XC akhirnya diamankan polisi di sebuah hotel di kawasan Kembangan. Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan 71 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Namun pengungkapan belum berhenti. Penyidik kemudian menelusuri informasi mengenai paket lain yang dikirim kepada JP. Paket tersebut diketahui telah diterima di sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Saat paket dibuka, petugas menemukan satu cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan lebih lanjut di apartemen tersebut. Hasilnya, kembali ditemukan satu cartridge vape bekas pakai. Jule selanjutnya dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah Cartridge Masuk Sitaan : Dari rangkaian pengungkapan tersebut, Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengamankan total 99 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.

Polisi juga menyita sejumlah telepon seluler dan satu paspor yang kini menjadi bagian dari barang bukti penyidikan. Meski demikian, polisi masih harus memastikan kandungan cartridge tersebut melalui pemeriksaan laboratorium forensik.

banner 930x110

Budi menegaskan penyidik masih bekerja untuk mengungkap asal barang, pola distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Baca Juga :  Tragedi G30S/PKI: Sebuah Pelajaran Sejarah yang Tak Boleh Dilupakan

“Pemeriksaan barang bukti melalui laboratorium forensik, serta analisis dan pengembangan untuk menelusuri asal barang, pola distribusi, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredaran tersebut,” ujar Budi.

Polisi Kejar Rantai Distribusi: Kini penyidik tidak hanya mendalami barang bukti yang ditemukan, tetapi juga mencoba merangkai hubungan antara cartridge yang ditemukan dari RR dan RN, barang yang diamankan dari XC, serta paket yang diterima oleh Jule.

Peran masing-masing pihak masih didalami melalui pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi. Artinya, kasus ini belum berhenti pada temuan puluhan cartridge vape. Polisi masih memburu rantai distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik peredaran cartridge yang diduga mengandung etomidate tersebut.

Dalam perkara ini, para tersangka diproses dengan sangkaan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 609 ayat (2) huruf b Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan barang bukti. Dengan demikian, status hukum dan peran masing-masing pihak tetap harus mengikuti hasil penyidikan serta pembuktian dalam proses hukum.

Satu hal yang kini menjadi perhatian: dari 99 cartridge yang diamankan, seberapa jauh sebenarnya jaringan distribusinya dan siapa saja yang berada di balik peredarannya? Polisi masih membongkar jawabannya. (red/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *