GEMPAR! 100 Penari Jawa Timur Siap Guncang Istana Negara, Tulungagung Jadi Penyumbang Terbesar

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Panggung megah Istana Negara Jakarta bakal diselimuti warna-warni budaya Jawa Timur. Sebanyak 100 penari terbaik dari Jawa Timur dipastikan tampil dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Yang membanggakan, mayoritas penari yang akan membawa nama Jawa Timur di hadapan bangsa tersebut berasal dari Kabupaten Tulungagung. Mereka bakal menyuguhkan pertunjukan kolosal yang memadukan lima tarian khas Jawa Timur dalam satu rangkaian spektakuler.

banner 930x110

Kelima tarian tersebut yakni Tari Remo, Jaripah, Topeng Malang, Jaranan Senterewe, dan Glipang. Seluruhnya akan dikemas menjadi sebuah pertunjukan singkat, padat, namun sarat energi dan karakter budaya Jawa Timur.

Koreografer Harmoni Jawa Timur, Hapsari Mustika Ningrum, mengatakan persiapan para penari telah dilakukan secara intensif. Bersama empat koreografer lainnya, ia menggembleng 100 penari setiap hari mulai sore hingga malam.

“Ini nanti akan dikolaborasikan sedemikian rupa, seindah mungkin, dengan musik yang sudah dipersiapkan oleh dinas provinsi. Alhamdulillah, kita semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Hapsari, Sabtu (9/8/2026).

Menurut Hapsari, para penari mayoritas berasal dari Tulungagung. Sementara sebagian lainnya berasal dari Blitar, Kediri, Malang, dan Trenggalek.

Latihan keras dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab, mereka hanya memiliki waktu sekitar lima menit untuk mempertontonkan kekayaan seni tradisi Jawa Timur di panggung Istana Negara.

“Untuk penampilannya nanti sekitar lima menit. Makanya kami harus benar-benar maksimal dan efektif menampilkan lima tarian dalam waktu singkat. Doakan semoga lancar,” katanya.

Saat ini, persiapan telah memasuki tahap akhir. Sebelum bertolak ke Jakarta pada Selasa (11/8/2026), penampilan para penari masih akan dievaluasi oleh tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur serta Kementerian Pariwisata.

Baca Juga :  Event Jawa Timur Tembus KEN 2026! Jatim Resmi Jadi 'Panggung Wisata Indonesia', Reog dan JFC Masuk Kasta Tertinggi

Evaluasi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap gerakan, irama, formasi, hingga perpindahan antar-tarian tampil sempurna ketika mereka akhirnya menginjakkan kaki di panggung Istana Negara.

“Untuk persiapannya kali ini, kita semua alhamdulillah sudah mengikuti dengan baik dan hampir sempurna,” tutur Hapsari.

Bocah 9 Tahun Jadi Sorotan, Aksi Jaranan Senterewe Bakal Curi Perhatian: Di antara 100 penari yang dipersiapkan, terdapat sosok paling muda yang diprediksi bakal menjadi salah satu pusat perhatian.

Namanya Damar Wishnu Dewangga, bocah berusia 9 tahun, siswa kelas 4 SDN 4 Kampungdalem, Tulungagung.

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, kemampuan Wishnu dalam menari tak bisa dipandang sebelah mata. Ia bahkan dipercaya menjadi salah satu center of point dalam penampilan Jawa Timur di Istana Negara.

“Wishnu ini paling muda. Dia akan menjadi salah satu center of point di penampilan kami,” jelas Hapsari.

Dalam sesi latihan, Wishnu tampak begitu lincah membawakan Jaranan Senterewe. Gerakannya enerjik, penuh keberanian, bahkan beberapa kali ia memperlihatkan atraksi koprol yang membuat suasana latihan semakin hidup.

Bagi Wishnu, tampil di Istana Negara bukan sekadar kesempatan tampil di panggung besar. Ada kebanggaan tersendiri karena ia bisa membawa nama daerah dan Jawa Timur ke hadapan seluruh Indonesia. “Alhamdulillah senang dan bangga bisa ke Jakarta,” ucap Wishnu polos.

Bakat menari Wishnu ternyata bukan muncul secara tiba-tiba. Kecintaannya terhadap seni tari telah tumbuh sejak usia dini. Ia lahir dari lingkungan keluarga yang memiliki latar belakang seni jaranan.

Ketika memasuki jenjang sekolah dasar, orang tuanya kemudian memasukkan Wishnu ke sanggar tari agar bakatnya dapat berkembang lebih maksimal. “Saya memang senang tari sejak TK,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Beri Rehabilitasi Hukum Direksi ASDP Mahkamah Agung Tegaskan sebagai Hak Istimewa Konstitusional

Kecintaan tersebut perlahan membuahkan prestasi. Wishnu telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai ajang, baik tingkat Kabupaten Tulungagung maupun Jawa Timur. Kini, bocah sembilan tahun itu bersiap menghadapi panggung yang jauh lebih besar.

Dari Tulungagung menuju Istana Negara. Dari panggung latihan menuju panggung kebanggaan Indonesia. Seratus penari Jawa Timur akan membawa satu pesan besar, budaya daerah bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan yang terus hidup dan layak berdiri gagah di panggung nasional. (red/aden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *