SUARASMR.NEWS JAKARTA – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat bicara keras terkait isu dugaan aliran dana hasil korupsi ke pelaksanaan Muktamar NU beberapa waktu lalu.
Gus Ipul dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia memastikan kabar mengenai adanya aliran dana korupsi ke Muktamar NU merupakan informasi palsu.
“Saya pastikan hoaks. Jadi, itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Tak tinggal diam, PBNU disebut telah mengambil langkah melalui jalur Dewan Pers. Salah satu media dilaporkan terkait pemberitaan yang mengangkat isu tersebut dalam program podcast Madilog edisi 12 September dan 22 September.
Menurut Gus Ipul, persoalan utama terletak pada narasumber yang dinilai tidak kredibel serta tidak adanya proses konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak PBNU sebelum informasi tersebut disampaikan ke publik.
Dinilai Rusak Nama Baik Ulama dan Organisasi
Gus Ipul menegaskan, tudingan mengenai adanya aliran uang haram dalam pelaksanaan Muktamar NU bukan perkara sepele. Menurut dia, isu tersebut dapat menyeret nama baik tokoh-tokoh NU dan para ulama sekaligus mencoreng reputasi organisasi.
Ia memastikan seluruh tahapan Muktamar NU telah berlangsung sesuai mekanisme dan kesepakatan peserta. PBNU pun tidak menutup kemungkinan mengambil langkah hukum lebih jauh apabila tudingan tersebut terus disebarluaskan.
“Seluruh tahapan Muktamar NU telah berjalan dengan lancar, transparan, serta terbuka sesuai dengan mekanisme dan kesepakatan seluruh peserta,” tegasnya.
Selain laporan kepada Dewan Pers, Gus Ipul menyampaikan rencana melayangkan somasi serta mengadukan pihak-pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan fitnah tanpa bukti kepada aparat kepolisian.
Gus Ipul meminta pihak-pihak yang menyampaikan informasi maupun opini di ruang publik untuk bertanggung jawab atas pernyataannya.
Ia terutama mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menyebarkan informasi melalui media sosial, terlebih jika informasi tersebut belum terverifikasi.
“Pernyataan-pernyataan yang bernuansa fitnah saya mohon untuk dihentikan, tapi kalau diterus-teruskan kami juga akan mengambil langkah-langkah tegas, langkah-langkah hukum sesuai dengan semua ketentuan yang ada,” ujar Gus Ipul.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga membantah isu adanya intervensi Istana Presiden dalam penyelenggaraan agenda Muktamar NU. Ia menegaskan tidak ada campur tangan Istana dalam proses tersebut.
“Tidak ada yang namanya intervensi Istana itu tidak ada sama sekali,” kata Gus Ipul yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Merah Putih.
Dengan bantahan tersebut, PBNU menegaskan sikapnya terhadap isu dugaan aliran dana korupsi dan intervensi Istana yang dikaitkan dengan Muktamar NU. PBNU juga membuka ruang penyelesaian melalui mekanisme hukum apabila tudingan tersebut kembali disebarluaskan tanpa dasar dan klarifikasi. (red/akha)











