Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, SAR Terkendala Asap Tebal dan Zona Bahaya

oleh

SUARASMR.NEWS BANTEN – Pencarian terhadap lima pewarta foto yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan keberadaan mereka di tengah kondisi medan yang berbahaya.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan pemantauan visual menggunakan teropong belum menemukan tanda-tanda keberadaan kelima jurnalis tersebut di sekitar Pulau Sertung.

banner 930x110

Menurut Amrad, tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, pencarian secara langsung ke Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena wilayah tersebut masih masuk zona berbahaya.

“Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km. Sebagaimana kita ketahui bersama, data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan,” kata Amrad.

Meski demikian, Basarnas tidak menghentikan upaya pencarian. Koordinasi dengan BMKG, BNPB dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus dilakukan untuk menentukan langkah paling aman agar tim dapat memastikan kondisi di wilayah tersebut.

“Kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan,” ujarnya.

Drone Dikerahkan, Asap Tebal Jadi Penghalang : Upaya pencarian juga diperluas dengan mengerahkan drone dari KN SAR Tetuka menuju kawasan Pulau Sangiang. Namun, kondisi visual di lapangan kembali menjadi kendala.

Asap tebal yang menyelimuti wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau membuat pemantauan udara belum memberikan hasil maksimal.

“Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal,” kata Amrad.

Baca Juga :  Kereta Api Purwojaya Anjlok di Bekasi, Dua Gerbong Belakang Terlepas Jalur Hulu Lumpuh Total

Basarnas memastikan setiap langkah pencarian tetap mempertimbangkan keselamatan personel. Informasi mengenai cuaca, aktivitas gunung dan kondisi kawasan terus dipantau secara berkala melalui BMKG dan PVMBG.

“Rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi. Mereka melaporkan per jam perkembangannya. Apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami,” tuturnya.

Lima Pewarta Foto Hilang Kontak Sejak 7 September, Lima pewarta foto tersebut diketahui sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Mereka terdiri dari Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA; Arie Basuki, fotografer merdeka.com; Donal Husni, fotografer lepas; Yudhistira, fotografer iNews; serta Daus, fotografer Anadolu.

Kelima jurnalis itu dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) ketika melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk memantau dan mendokumentasikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan. Namun, tim menghadapi dua tantangan besar sekaligus: zona berbahaya dalam radius 3 kilometer dari gunung serta kepulan asap tebal yang membatasi jarak pandang.

Basarnas masih mengandalkan pemantauan dari jarak aman sembari menunggu perkembangan kondisi lapangan yang memungkinkan pencarian dilakukan secara lebih dekat. (red/hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *