SUARASMR.NEWS – Cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi ancaman serius bagi ribuan jamaah haji asal Indonesia. Di tengah suhu panas yang bisa menembus 45 derajat Celsius, jamaah diminta ekstra waspada terhadap risiko dehidrasi hingga heat stroke yang bisa berujung fatal.
Dokter spesialis gizi klinik A. Yasmin Syauki mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Makkah dan Madinah jauh lebih ekstrem dibandingkan Indonesia, sehingga tubuh jamaah rentan mengalami gangguan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Risiko kesehatan yang paling sering dialami jamaah haji di Tanah Suci adalah dehidrasi dan heat stroke,” ujar Yasmin, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, suhu panas di Arab Saudi bisa mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius, kondisi yang membuat tubuh cepat kehilangan cairan dan tenaga jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Di Indonesia kita hampir tidak pernah mengalami suhu sepanas itu. Di sana suhu bisa mencapai 41 hingga 45 derajat,” katanya.
Yasmin menegaskan, kunci utama agar jamaah tetap fit selama menjalankan ibadah adalah disiplin menjaga asupan cairan, bahkan ketika tubuh belum merasa haus.
Ia menyarankan jamaah rutin minum air putih setelah makan pagi, siang, dan malam masing-masing satu hingga dua gelas. Tak hanya itu, konsumsi air putih juga dianjurkan di sela-sela waktu makan agar tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.
Selain air putih, jamaah juga dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh di tengah cuaca panas menyengat.
Tak kalah penting, Yasmin mengingatkan jamaah untuk menghindari aktivitas luar ruangan saat matahari berada di puncak terik, terutama sekitar pukul 12 siang.
“Hindari berada di luar ruangan saat cuaca sangat panas. Sebaiknya berada di dalam masjid, hotel, atau tempat tertutup lainnya,” ujarnya.
Dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo itu juga meminta jamaah memakai perlindungan tambahan seperti masker dan kacamata saat harus keluar ruangan untuk mengurangi dampak paparan udara panas.
Tak hanya teori, Yasmin mengaku pernah merasakan langsung ganasnya suhu ekstrem Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji tahun lalu.
“Saya sendiri merasakan hawa yang sangat panas ketika berada di luar ruangan. Suhunya hampir sama dengan tahun ini,” ungkapnya.
Dengan jutaan jamaah dari berbagai negara memadati Tanah Suci, kewaspadaan terhadap cuaca panas kini menjadi hal yang tak bisa dianggap sepele. Sedikit lengah, dehidrasi dan heat stroke bisa datang tanpa disadari. (red/ria)











