SUARASMR.NEWS – Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, mendadak menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Tak ingin polemik berkembang liar, Raffi akhirnya buka suara dan membantah keras segala tudingan yang menyeret namanya.
Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026), Raffi membeberkan secara rinci kronologi perjalanannya ke Amerika Serikat pada 2023 yang disebut-sebut menjadi awal munculnya namanya dalam perkara tersebut.
Menurut Raffi, keberangkatannya ke Negeri Paman Sam murni untuk mengikuti ajang lari bergengsi Chicago Marathon, bersama sang istri Nagita Slavina dan musisi Ariel Noah. Sementara rekan-rekannya seperti Desta dan Gading Marten hanya ikut berlibur.
“Chicago Marathon itu salah satu major marathon dunia. Saya datang sebagai peserta dan sekaligus bertemu banyak pelari Indonesia di sana,” ujar Raffi.
Usai menyelesaikan maraton, Raffi dan rombongan melanjutkan perjalanan ke New York. Di kota tersebut, mereka mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia, termasuk restoran Awang Kitchen dan warung Indojava, sebagai bentuk dukungan terhadap diaspora Indonesia.
Namun, di sela kunjungan itulah Raffi mengaku sempat berinteraksi dengan pihak Blueray Cargo, perusahaan yang kini menjadi salah satu nama yang muncul dalam perkara dugaan korupsi impor barang.
“Saya hanya diajak foto oleh karyawan mereka di depan toko. Saya bahkan tidak masuk ke dalam kantor atau tokonya,” tegas Raffi.
Menurutnya, saat itu pihak Blueray memperkenalkan diri dan menawarkan jasa pengiriman berbagai barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia, mulai dari ponsel hingga laptop.
Raffi mengakui sempat merespons tawaran tersebut. Namun, ia menegaskan percakapan itu tidak pernah berkembang menjadi transaksi ataupun komunikasi lanjutan.
“Mereka bilang bisa kirim handphone, laptop, iPad, dan lain-lain. Saya hanya jawab seadanya, sekadar basa-basi. Tidak ada pemesanan, tidak ada transaksi, tidak ada tindak lanjut,” katanya.
Raffi bahkan menegaskan dirinya tidak pernah menerima kiriman apa pun dari Blueray Cargo.
“Saya tidak punya nomor telepon mereka, tidak pernah menerima barang, bahkan nama orangnya saja saya sudah tidak ingat. Jadi saya bingung kenapa disebut seolah-olah ada hubungan komunikasi yang intens,” ujar suami Nagita Slavina tersebut.
Nama Raffi pertama kali mencuat dalam persidangan dugaan korupsi yang melibatkan pimpinan Blueray Cargo Group, John Field dan sejumlah pihak lainnya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Dalam persidangan, jaksa KPK mengungkap adanya komunikasi terkait pengiriman laptop dan iPhone dari Amerika Serikat ke Indonesia. Nama Raffi juga disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu saksi, Yohanes, yang menyebut adanya titipan barang elektronik saat Raffi berada di Amerika Serikat.
Keterangan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi bahwa nama Raffi memang muncul dalam fakta persidangan.
Meski demikian, Raffi tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah menerima barang apa pun maupun menjalin kerja sama dengan Blueray Cargo.
Raffi meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan keterlibatannya dalam perkara yang tengah diusut KPK. Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan pihak Blueray Cargo hanya berlangsung singkat dan tidak menghasilkan transaksi apa pun.
“Saya datang sebagai wisatawan dan pelari maraton. Tidak ada hubungan bisnis, tidak ada pengiriman barang, dan tidak ada komunikasi lanjutan. Saya ingin meluruskan agar tidak ada opini yang menggiring seolah-olah saya terlibat,” tegas Raffi.
Kasus ini pun masih terus bergulir di KPK, sementara pernyataan Raffi menjadi babak baru yang semakin menyita perhatian publik dan memantik rasa penasaran mengenai fakta-fakta yang akan terungkap dalam persidangan berikutnya. (red/ria)











