SUARASMR.NEWS, SURABAYA – Gangguan pasokan listrik yang melanda sejumlah wilayah selama dua pekan terakhir mulai memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman nyata bagi roda perekonomian masyarakat, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua KADIN Surabaya M. Ali Affandi L.N.M menegaskan, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali telah mengganggu aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Mulai dari usaha rumahan, industri kecil dan menengah, hingga sektor perdagangan dan jasa merasakan dampak langsung dari terganggunya pasokan energi.
“Kami menyoroti dampak gangguan pasokan listrik yang berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya di Surabaya, Senin (22/6/2026).
Menurut Ali Affandi, listrik saat ini merupakan fondasi utama ekonomi modern. Ketika pasokan terganggu, bukan hanya pabrik besar yang terkena imbas, tetapi juga ribuan pelaku usaha kecil yang menggantungkan produktivitasnya pada ketersediaan listrik.
Ia menggambarkan bagaimana para pelaku usaha frozen food terancam kehilangan stok dagangan, pemilik laundry terpaksa menghentikan operasional.
Pedagang mengalami kerugian akibat pendingin yang tidak berfungsi, hingga usaha kecil kehilangan waktu produksi dan peluang mendapatkan pendapatan.
“Banyak keluarga yang menggantungkan nafkah dari usaha berbasis listrik. Ketika listrik padam, penghasilan mereka ikut terhenti,” katanya.
KADIN Surabaya menilai UMKM menjadi kelompok paling rentan karena sebagian besar tidak memiliki fasilitas cadangan seperti genset maupun sistem penyimpanan energi.
Dampaknya merambat ke berbagai sektor, mulai dari katering, bakery, warung makan, penjual minuman dingin, laundry, percetakan, penjahit, bengkel, toko kelontong, hingga usaha digital.
Ali Affandi juga mengingatkan bahwa kebutuhan listrik di Jawa Timur akan terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri, pusat logistik, perdagangan modern, industri digital, serta masuknya investasi baru.
Karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi kebutuhan mendesak agar tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi.
“Jangan anggap gangguan listrik sebagai persoalan teknis semata. Dampaknya menjalar ke seluruh sendi ekonomi, mengganggu produktivitas usaha, rantai pasok, aktivitas perdagangan, hingga pendapatan masyarakat,” tegasnya.
KADIN Surabaya pun mendesak agar persoalan keandalan pasokan listrik mendapat perhatian serius. Sebab, di balik setiap pemadaman, ada ribuan pelaku usaha kecil yang berjuang mempertahankan usahanya agar tetap hidup. (red/akha)











