SUARASMR.NEWS, SURABAYA – Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional masih menunjukkan tren yang tinggi di pasaran. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia.
Terutama harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp74.550 per kilogram (kg) pada Minggu (14/6/2026) pagi.
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini kembali menjadi sorotan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut stabilitas daya beli.
Selain cabai rawit merah, harga bawang merah juga tercatat berada di level tinggi, yakni Rp55.450 per kg, sementara telur ayam ras dijual rata-rata Rp30.100 per kg di tingkat pedagang eceran nasional.
Tak hanya itu, harga bawang putih tercatat mencapai Rp42.300 per kg, menambah daftar komoditas yang masih membebani pengeluaran rumah tangga.
Harga Beras Masih Bertahan Tinggi
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.650 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II berada di angka Rp14.500 per kg.
Sementara itu, beras kualitas medium I dipatok Rp16.250 per kg dan medium II sebesar Rp16.050 per kg. Adapun beras kualitas super I mencapai Rp17.550 per kg, sedangkan super II berada di level Rp17.000 per kg.
Cabai Jadi “Raja” Kenaikan Harga
Komoditas cabai masih menjadi penyumbang harga tertinggi di pasar. Selain cabai rawit merah yang menembus Rp74 ribu per kg, harga cabai merah besar tercatat Rp61.300 per kg, cabai merah keriting Rp56.150 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.900 per kg.
Tingginya harga cabai dikhawatirkan dapat memicu tekanan inflasi pangan jika tidak segera diimbangi dengan pasokan yang memadai.
Daging, Gula, dan Minyak Goreng Masih Stabil di Level Tinggi
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar berada di angka Rp37.200 per kg. Sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp148.600 per kg dan kualitas II sebesar Rp139.650 per kg.
Di sektor kebutuhan pokok lainnya, gula pasir premium tercatat Rp20.250 per kg, sedangkan gula pasir lokal sebesar Rp19.150 per kg.
Sementara itu, harga minyak goreng curah berada di angka Rp20.600 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.200 per liter dan kemasan bermerek II sebesar Rp23.200 per liter.
Masyarakat Menanti Harga Kembali Stabil
Tingginya harga sejumlah komoditas pangan ini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap pemerintah terus memperkuat distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan agar harga kebutuhan pokok tidak semakin memberatkan ekonomi keluarga.
Dengan cabai rawit merah yang hampir menyentuh Rp75 ribu per kilogram dan sejumlah bahan pokok lainnya masih bertahan di level tinggi, masyarakat kini menanti langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. (red/niluh)











