SUARASMR.NEWS JAKARTA – Gangguan kandung kemih ternyata bukan hanya masalah yang dialami lansia atau kaum perempuan. Dokter mengingatkan, pria maupun wanita dari berbagai usia berisiko mengalami gangguan saluran kemih yang dapat mengganggu kualitas hidup jika dibiarkan tanpa penanganan.
Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional, dan Neurologi, Prof. Dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U(K), Ph.D, menegaskan bahwa gangguan saluran kemih bagian bawah tidak mengenal jenis kelamin maupun usia.
“Kelainan saluran kemih bagian bawah bisa mengenai siapa saja. Kondisi ini tidak eksklusif terjadi pada perempuan,” ujar Prof. Rina dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/7/2026).
Menurutnya, ada sejumlah gejala yang kerap diabaikan masyarakat, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan kandung kemih. Di antaranya adalah tidak mampu menahan keinginan buang air kecil, mengompol, sulit mengendalikan kencing, hingga aliran urine yang tidak lancar atau harus mengejan saat berkemih.
Prof. Rina juga mengingatkan masyarakat untuk waspada apabila frekuensi buang air kecil meningkat drastis, misalnya setiap 30 menit hingga satu jam sekali, atau sering terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil. Kondisi tersebut bukan sesuatu yang normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Selain faktor usia, gaya hidup juga berperan besar terhadap kesehatan saluran kemih. Konsumsi minuman berkafein, pola minum yang tidak tepat, hingga kebiasaan berkemih yang salah dapat memicu munculnya berbagai keluhan.
Tak hanya itu, stres berkepanjangan juga disebut menjadi salah satu pemicu gangguan kandung kemih. Khusus pada perempuan, risiko meningkat setelah melahirkan akibat penurunan organ panggul, serta saat memasuki masa menopause.
Sementara pada pria, perubahan hormon ketika memasuki masa andropause juga dapat memengaruhi fungsi kandung kemih.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Subspesialis Neuromuskular, dr. Stephanie Theodora Y., Sp.KFR(K), menambahkan bahwa banyak pasien datang dengan keluhan harus buang air kecil setiap satu jam sekali hingga aktivitas sehari-hari terganggu.
“Jangan dianggap enteng. Bila keluhan seperti ini muncul, segera lakukan pemeriksaan medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan diri mengejan saat buang air kecil seperti ketika buang air besar. Kebiasaan tersebut justru dapat memperburuk fungsi saluran kemih dan memicu gangguan yang lebih serius.
Pesan para dokter jelas: jangan menunggu hingga kondisi semakin parah. Bila mulai sering buang air kecil, sulit menahan kencing, atau harus bolak-balik ke toilet tanpa sebab yang jelas, segera konsultasikan ke dokter.
Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah gangguan kandung kemih berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. (red/niluh)











