SUARASMR.NEWS MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bergerak cepat memburu dukungan dana dari pemerintah pusat dengan mengusulkan tiga proyek pembangunan jalan strategis senilai sekitar Rp150 miliar melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Langkah ini menjadi upaya besar Pemkab Malang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini dinilai menjadi kunci peningkatan konektivitas wilayah.
Juga sebagai penguatan ketahanan pangan, percepatan investasi, hingga membuka akses menuju kawasan pesisir yang memiliki potensi ekonomi besar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengungkapkan seluruh usulan telah diajukan melalui Sistem Informasi Terintegrasi Infrastruktur (SITIA) milik Kementerian Pekerjaan Umum.
Bahkan, tim dari Balai Besar telah turun langsung melakukan survei lapangan sebagai bagian dari proses verifikasi.
“Seluruh usulan masih dalam proses evaluasi. Tim Balai Besar sudah melihat langsung kondisi di lapangan sebelum pemerintah pusat mengambil keputusan,” ujar Khairul.
Tiga Ruas Jalan Jadi Taruhan Besar: Proyek pertama adalah peningkatan ruas Kepanjen–Pagak. Sekitar 13 kilometer jalan masih membutuhkan perbaikan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp60–65 miliar.
Selanjutnya, ruas Kalipare–Donomulyo sepanjang 12,5 kilometer juga masuk daftar prioritas dengan estimasi biaya sekitar Rp40 miliar.
Sementara itu, proyek ketiga menyasar akses menuju Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Untuk tahap awal.
Pemkab mengusulkan dana sekitar Rp10 miliar, meski kebutuhan total peningkatan akses menuju kawasan pesisir tersebut diperkirakan hampir Rp50 miliar dan akan dikerjakan secara bertahap.
Tak Mau Bergantung pada APBN: Meski berharap bantuan pemerintah pusat segera turun, Pemkab Malang tidak tinggal diam. DPUBM tetap menggelontorkan dana APBD untuk mempercepat penanganan jalan-jalan prioritas.
Beberapa pekerjaan bahkan telah rampung, seperti peningkatan jalan dengan lapis aspal Hotmix AC-WC sepanjang sekitar 900 meter menuju Kampung Nelayan Merah Putih, serta pembangunan dinding penahan tanah sebagai persiapan pelebaran jalan berikutnya.
Selain itu, pemeliharaan rutin di jalur menuju kawasan pesisir juga telah diselesaikan sehingga akses masyarakat kini jauh lebih baik.
Dorong Ekonomi dan Investasi: Pemkab Malang optimistis sinergi pendanaan APBN dan APBD akan mempercepat terwujudnya infrastruktur yang lebih layak.
Jalan-jalan strategis tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi.
Selain itu juga memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang investasi dan pengembangan kawasan pesisir Kabupaten Malang.
Jika belum seluruhnya disetujui tahun ini, Pemkab Malang memastikan usulan tersebut akan kembali diajukan pada periode berikutnya.
Mengingat Program Inpres Jalan Daerah masih akan berlangsung hingga 2029. Dengan demikian, harapan menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat tetap terbuka lebar. (red/agus)











