SUARASMR.NEWS JAWA TIMUR – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan optimisme bahwa 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi kekuatan baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian Jawa Timur sekaligus memperkuat ekonomi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79 bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Bakorwil Pamekasan, Selasa (21/7/2026).
Di hadapan para penggerak koperasi, Khofifah memberikan apresiasi khusus kepada Kantor Wilayah Hukum Jawa Timur dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) Jawa Timur yang dinilai menjadi aktor penting di balik percepatan legalitas ribuan Koperasi Merah Putih.
“Terima kasih kepada Kanwil Hukum Jawa Timur dan Ikatan Notaris Indonesia. Peran mereka sangat signifikan dalam menyelesaikan proses badan hukum 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa percepatan tersebut lahir dari kerja keras tanpa mengenal hari libur. Khofifah mengaku kerap meminta jajaran terkait tetap bekerja hingga akhir pekan demi menuntaskan proses legalitas koperasi.
Hasilnya, Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan. Selain menjadi provinsi dengan penyelesaian badan hukum Koperasi Merah Putih tercepat di Indonesia, Jawa Timur juga disebut berhasil meraih nilai transaksi koperasi tertinggi secara nasional.
“Maka 8.494 badan hukum Koperasi Merah Putih di Jawa Timur, kita tercepat badan hukumnya, hari ini tertinggi transaksinya. Mohon dijaga semuanya,” tegas Khofifah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal besar untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi kerakyatan. Ia berharap seluruh koperasi di Jawa Timur terus berkembang, semakin profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Khofifah mengucapkan selamat Hari Koperasi ke-79 kepada seluruh insan koperasi di Indonesia seraya mengajak seluruh pihak menjaga momentum kebangkitan koperasi.
“Mudah-mudahan koperasi makin jaya dan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi Jawa Timur serta ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (red/agus)











