SUARASMR.NEWS DENPASAR – Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan dengan melatih daya pikir, tetapi juga melalui pola makan yang sehat.
Salah satu cara sederhana yang dianjurkan para ahli adalah rutin mengonsumsi buah-buahan yang kaya antioksidan dan senyawa alami yang mendukung fungsi otak.
Mengutip laporan Eating Well, tidak ada satu jenis makanan yang mampu mencegah penurunan fungsi kognitif secara total. Namun, konsumsi beragam buah secara rutin dapat membantu menjaga daya ingat, melancarkan aliran darah ke otak, serta mendukung kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia.
Berikut lima buah yang direkomendasikan pakar untuk menjaga kesehatan otak:
1. Blueberry, si kecil kaya antioksidan: Blueberry mengandung antosianin yang tinggi, yaitu senyawa alami yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan memperkuat komunikasi antar sel saraf.
Berbagai penelitian menunjukkan blueberry berpotensi meningkatkan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan merencanakan dan menyelesaikan tugas.
Ahli gizi Serena Pratt menyarankan konsumsi sekitar setengah hingga satu cangkir blueberry segar atau beku beberapa kali dalam seminggu.
2. Jeruk, sumber flavanon yang menyehatkan otak: Jeruk kaya akan flavanon, seperti hesperidin dan naringenin, yang berperan menjaga kesehatan pembuluh darah sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke otak tetap optimal.
Penelitian juga menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi buah-buahan sitrus memiliki risiko lebih rendah mengalami penurunan fungsi kognitif saat memasuki usia lanjut.
3. Anggur hitam, bantu tingkatkan memori: Anggur hitam, khususnya varietas Concord, mengandung antosianin dan proantosianidin yang membantu menjaga aliran darah ke otak serta mendukung fungsi memori.
Selain kaya antioksidan, anggur hitam juga mengandung serat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Stroberi, lindungi sel-sel otak: Stroberi merupakan salah satu sumber pelargonidin terbaik, yaitu antioksidan yang dipercaya mampu melindungi sel otak dari stres oksidatif dan peradangan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa pola makan yang kaya pelargonidin berkaitan dengan risiko penurunan fungsi kognitif dan penyakit Alzheimer yang lebih rendah.
5. Delima, kaya polifenol pendukung fungsi kognitif: Delima mengandung polifenol yang dapat diolah oleh bakteri baik di usus menjadi urolithin, senyawa yang sedang diteliti karena potensinya dalam mendukung daya ingat dan fungsi otak.
Para ahli menyarankan menikmati delima dalam bentuk buah utuh maupun jus tanpa tambahan gula. Biji delima juga dapat ditambahkan ke yogurt, oatmeal, atau salad sebagai sumber serat dan antioksidan.
Pola makan sehat tetap menjadi kunci: Para pakar menegaskan bahwa mengonsumsi buah-buahan tersebut sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang yang dipadukan dengan olahraga rutin, tidur yang cukup, serta aktivitas yang melatih otak.
Dengan kebiasaan sederhana ini, kesehatan otak dapat terjaga lebih baik sehingga daya ingat dan kemampuan berpikir tetap optimal hingga usia lanjut. (red/niluh)











