Indonesia Ambil Peran Kunci Redam Konflik Iran–AS–Israel, Dorong Dunia Menahan Diri

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan komitmennya untuk mendorong perdamaian di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai pemegang keketuaan organisasi negara berkembang Developing Eight (D-8), Indonesia aktif mengupayakan langkah deeskalasi agar konflik tidak semakin meluas.

banner 719x1003

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan Indonesia terus mengingatkan semua pihak agar menahan diri dan mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas kawasan.

“Sebagai Ketua D-8, Indonesia terus menekankan pentingnya deeskalasi dan mendorong semua pihak untuk menahan diri,” ujar Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, pemerintah Indonesia juga terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh negara anggota D-8 untuk memantau perkembangan situasi dan mencari langkah terbaik dalam merespons dinamika global yang terjadi.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Indonesia tetap memastikan bahwa persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12 di Jakarta pada April 2026 tetap berjalan sesuai rencana.

Agenda ini akan menjadi forum penting bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas di tengah perubahan global.

banner 484x341

“Hingga saat ini, Indonesia terus melakukan berbagai persiapan dan berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8,” jelas Yvonne.

Ia juga menegaskan bahwa status keanggotaan Iran di D-8 tidak terpengaruh oleh konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai informasi, D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang beranggotakan Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota terbaru setelah resmi bergabung pada Desember 2024.

KTT D-8 di Jakarta nantinya mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.” Sebelum pertemuan puncak tersebut, akan digelar rangkaian pertemuan pejabat tinggi hingga pertemuan para menteri luar negeri.

Baca Juga :  Timur Tengah Membara, Imigrasi Ngurah Rai Memberikan 54 WNA Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi sebelumnya berharap agar organisasi D-8 dapat mengambil sikap tegas dengan mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Boroujerdi menilai sikap tegas dari negara-negara anggota D-8 penting sebagai bentuk solidaritas dan dukungan internasional agar ketegangan tidak semakin meluas.

“Kami berharap D-8 berdiri di sisi yang benar dari sejarah dan memberikan pernyataan kutukan yang kuat terhadap penyerangan yang terjadi di Iran,” ujarnya.

Dengan posisi Indonesia sebagai ketua D-8 saat ini, peran diplomasi Tanah Air dinilai semakin strategis dalam mendorong dialog, meredakan ketegangan global, dan menjaga stabilitas internasional. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *