MALANG, SUARASMR.NEWS – Komitmen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan kembali ditegaskan. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman turun langsung meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di SMP Negeri 16 Malang, Jawa Timur.
Turunnya Kepala Staf Kepresidenan ini menunjukkan sebagai langkah nyata mewujudkan cita-cita Presiden agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan hak untuk mengenyam pendidikan.
Dalam kunjungan kerjanya, Dudung menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas utama Presiden untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, khususnya mereka yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Ini adalah harapan besar Presiden. Tidak boleh ada lagi anak Indonesia yang tidak sekolah hanya karena faktor ekonomi. Semua memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Dudung.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan Kantor Staf Presiden dalam mengawal program strategis nasional yang menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat desil satu dan dua.
Dudung meninjau langsung proses belajar mengajar, fasilitas pendidikan, hingga berdialog dengan para guru dan pembimbing yang mendampingi para siswa.
Meski saat ini masih menggunakan fasilitas SMP Negeri 16 Malang sebagai sekolah rintisan, pemerintah memastikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen akan segera direalisasikan.
Namun, Dudung mengakui masih terdapat kendala administratif terkait status lahan yang akan digunakan. Untuk itu, KSP akan mengoordinasikan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, hingga Dinas Sosial agar proses pembangunan dapat dipercepat.
“Kita ingin segera membangun sekolah permanen. Ada lahan yang potensial digunakan, namun masih perlu penyelesaian administrasi. Kami akan kawal agar prosesnya berjalan cepat dan sesuai aturan,” ujarnya.
Di balik berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan program, Dudung mengungkapkan adanya perkembangan menggembirakan.
Melalui pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pendidikan moral yang berkelanjutan, sejumlah siswa yang sebelumnya putus sekolah kini menunjukkan perubahan positif bahkan berhasil menorehkan prestasi.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan yang diberikan negara mampu mengubah masa depan anak-anak yang sebelumnya berada di ambang kehilangan harapan.
Lukisan Istana Negara Curi Perhatian Dudung. Momen menarik juga terjadi saat Dudung melihat hasil karya salah satu siswa berupa lukisan Istana Negara dan Bendera Merah Putih.
Karya tersebut mendapat apresiasi khusus karena dinilai mencerminkan semangat nasionalisme yang tumbuh kuat di kalangan peserta didik Sekolah Rakyat.
Menurut Dudung, pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, cinta tanah air, dan semangat untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Negara Hadir untuk Anak-Anak Kurang Mampu. Melalui pengawasan langsung di lapangan, KSP memastikan Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai arahan Presiden dan benar-benar menjangkau anak-anak yang selama ini terkendala akses pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.
Pemerintah berkomitmen terus mengawal penyelesaian berbagai hambatan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat pembangunan fasilitas permanen agar Program Sekolah Rakyat menjadi tonggak penting dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan menghapus angka putus sekolah di Indonesia. (red/agus)











