Event Jawa Timur Tembus KEN 2026! Jatim Resmi Jadi ‘Panggung Wisata Indonesia’, Reog dan JFC Masuk Kasta Tertinggi

oleh

SUARASMR.NEWS SURABAYA – Jawa Timur kembali menegaskan dominasinya sebagai pusat wisata berbasis event di Indonesia.

Sebanyak 11 festival unggulan resmi lolos dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program bergengsi dari Kementerian Pariwisata yang hanya diisi agenda-agenda terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air.

banner 720x1000

Tak hanya itu, dua ikon kebanggaan Jawa Timur, Festival Nasional Reog Ponorogo dan Jember Fashion Carnaval (JFC), sukses menembus Top KEN 2026, sebuah pengakuan atas kualitas, konsistensi, dan dampak ekonomi yang luar biasa.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan seluruh event yang masuk KEN telah melewati proses kurasi ketat oleh tim kurator independen.

Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama, yakni inovasi, manajemen penyelenggaraan, tata kelola keuangan, strategi promosi, hingga dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Event yang terpilih adalah event berkualitas yang mampu menampilkan keunikan daerah, memperkuat daya tarik destinasi wisata, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujar Nia, Rabu (8/7/2026).

Deretan Event Spektakuler Jawa Timur di KEN 2026

banner 720x1000

Sebelas event yang mengharumkan nama Jawa Timur dalam KEN 2026 meliputi:

1. Festival Rujak Uleg – Surabaya

2. Surabaya Vaganza – Surabaya

3. Festival Nasional Reog Ponorogo

4. Segoro Topeng Kaliwungu – Lumajang

5. Festival Ronthek – Pacitan

6. Banyuwangi Ethno Carnival

7. Jember Fashion Carnaval (JFC)

8. Tong Tong Night Market – Kota Malang

9. Festival Jaranan Trenggalek Terbuka

10. Festival Musik Tong Tong – Sumenep

11. Gandrung Sewu – Banyuwangi

Dari seluruh daftar tersebut, Jember Fashion Carnaval dan Festival Nasional Reog Ponorogo menjadi bintang utama setelah dinobatkan sebagai Top KEN 2026.

Prestasi itu bukan tanpa alasan. Pada penyelenggaraan JFC 2025, perputaran ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp120 miliar, membuktikan bahwa festival budaya bukan sekadar hiburan, tetapi mesin penggerak ekonomi daerah.

Baca Juga :  Membangun Kota Ramah Wisatawan, Keunikan dan Daya Tarik Kota Yogyakarta, Bali, dan Surakarta 

Jatim Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Event

Kementerian Pariwisata juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Event.

Langkah ini dinilai sangat strategis karena sektor event telah menjadi magnet utama kunjungan wisatawan. Mulai dari festival budaya, konser musik, MICE, hingga sport tourism terbukti mampu menggerakkan sektor pariwisata secara signifikan.

Menurut data Kementerian Pariwisata, sekitar 30 persen wisatawan yang datang ke Jawa Timur berkunjung karena mengikuti berbagai event yang digelar di daerah tersebut. Wisata olahraga bahkan menjadi primadona baru yang banyak diminati kalangan milenial dan Generasi Z.

Sport Tourism Jadi Senjata Baru Dongkrak Wisata

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan bahwa penguatan sport tourism dan eco-sport tourism menjadi strategi utama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu buktinya adalah penyelenggaraan Mantra 116, yang berhasil menarik 4.014 pelari dari 22 negara di kawasan Eropa, Afrika, dan Asia.

Dengan deretan festival kelas nasional, budaya yang mendunia, hingga sport tourism bertaraf internasional, Jawa Timur kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu episentrum pariwisata Indonesia.

Targetnya bukan sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh pelosok provinsi. (red/agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *