Muhaimin: Ulama dan Habaib Pilar Kekuatan Bangsa, Penjaga Akhlak Karakter Mentalitas, Masyarakat

oleh

SUARASMR.NEWS, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa ulama, habaib, dan tokoh agama tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan Indonesia, terutama dalam membentuk karakter, mentalitas, serta kekuatan spiritual masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, kemajuan bangsa tidak bisa hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dari kualitas akhlak dan spiritualitas rakyatnya.

banner 720x1000

“Pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter, mentalitas, dan nilai-nilai spiritual masyarakat. Karena itu, peran ulama, habaib, dan tokoh agama tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia,” tegas Muhaimin.

Ia menilai tradisi haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk menelusuri jejak perjuangan para ulama yang telah membangun fondasi moral bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.

Menurut Muhaimin, para ulama dan habaib memiliki jasa besar dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh, berakhlak, dan berdaya juang tinggi hingga akhirnya melahirkan bangsa Indonesia yang berdiri kokoh sampai saat ini.

“Bangsa ini lahir berkat kontribusi besar para ulama dan habaib yang telah membangun karakter, mental, dan akhlak masyarakat jauh sebelum kemerdekaan,” ujarnya.

Muhaimin juga menegaskan bahwa momentum Haul Ulama dan Habaib Betawi menjadi pengingat penting bahwa Jakarta yang tengah bertransformasi menuju kota global tidak boleh kehilangan akar budaya dan spiritualnya.

banner 720x1000

Menatap usia 500 tahun Jakarta, ia optimistis ibu kota akan mampu bersaing di tingkat dunia dengan tetap menjadikan kekuatan akhlak, mentalitas, dan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan.

Baca Juga :  Film “Tebusan Dosa”: Sebuah Horor yang Menyeruak Harapan

“Jakarta harus menjadi kota global yang maju dan unggul dalam segala aspek, tetapi tetap kuat secara spiritual serta memiliki masyarakat yang berakhlak dan bermental tangguh,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas komitmennya menjaga dan mengangkat budaya Betawi sebagai identitas kota.

Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (red/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *