SUARASMR.NEWS, SURABAYA – Ilmu santet masih menjadi salah satu misteri yang terus memicu rasa penasaran masyarakat Indonesi. Di balik kisah-kisah menyeramkan yang diwariskan turun-temurun.
Santet dipercaya sebagai ilmu gaib yang digunakan untuk mencelakai seseorang, mulai dari menyebabkan penyakit misterius, kesialan bertubi-tubi, hingga keretakan hubungan.
Meski kisah tentang santet terus hidup di tengah masyarakat dan kerap menjadi bahan pembicaraan, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan keberadaan santet sebagai fenomena yang dapat diuji secara empiris.
Bagaimana Santet Diyakini Bekerja? : Dalam berbagai cerita rakyat dan kepercayaan yang berkembang di Nusantara, santet dipercaya bekerja melalui beberapa tahapan.
Pertama, adanya niat jahat dari seseorang yang didorong dendam, iri hati, persaingan, atau sakit hati.
Selanjutnya, digunakan media tertentu seperti foto, pakaian, rambut, kuku, atau barang pribadi milik calon korban yang dipercaya menjadi penghubung dalam ritual.
Tahap berikutnya adalah ritual gaib yang diyakini dilakukan oleh pelaku atau orang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural.
Menurut kepercayaan masyarakat, ritual tersebut kemudian dapat menimbulkan berbagai gangguan pada korban, seperti sakit yang sulit dijelaskan secara medis, mimpi buruk berkepanjangan, rasa takut berlebihan, tekanan psikologis, hingga berbagai kesialan yang datang berturut-turut.
Namun demikian, berbagai gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh faktor medis maupun psikologis sehingga pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap menjadi langkah yang paling tepat.
Pandangan Islam: Sihir Dilarang Keras: Dalam ajaran Islam, praktik sihir yang bertujuan mencelakai orang lain merupakan perbuatan yang dilarang.
Umat Islam dianjurkan memperkuat keimanan dengan memperbanyak doa, berdzikir, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, menjaga ibadah, dan bertawakal kepada Allah SWT sebagai bentuk perlindungan dari segala keburukan.
Islam juga melarang umatnya mendatangi dukun atau meminta bantuan kepada pihak yang mengaku memiliki kemampuan gaib untuk mencelakai orang lain.
Ilmu Pengetahuan Belum Menemukan Bukti: Dari sudut pandang ilmiah, hingga saat ini belum terdapat bukti empiris yang dapat membuktikan bahwa santet bekerja sebagaimana diyakini dalam berbagai cerita masyarakat.
Tidak sedikit kasus yang semula dikaitkan dengan santet akhirnya diketahui memiliki penyebab medis, gangguan psikologis, maupun faktor lingkungan.
Karena itu, apabila seseorang mengalami gangguan kesehatan atau kondisi yang tidak biasa, langkah yang dianjurkan adalah segera berkonsultasi dengan tenaga medis, sembari tetap menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Daerah yang Sering Dikaitkan dengan Santet: Secara historis, santet tidak berasal dari satu daerah tertentu. Istilah tersebut berkembang di Nusantara untuk menyebut praktik sihir atau ilmu gaib yang dipercaya dapat mencelakai orang lain.
Dalam cerita rakyat, beberapa daerah kerap dikaitkan dengan kisah santet, antara lain Jawa Timur, termasuk Banyuwangi yang sering muncul dalam budaya populer.
Selain itu, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi juga memiliki cerita mengenai praktik gaib dengan nama dan konsep yang berbeda-beda.
Namun, keterkaitan tersebut merupakan bagian dari tradisi lisan dan budaya, bukan berarti masyarakat di daerah tersebut secara umum mempraktikkannya.
Fenomena kepercayaan terhadap sihir ternyata bukan hanya berkembang di Indonesia. Sejak ribuan tahun lalu, peradaban Mesir Kuno, Persia, India, Tiongkok, hingga Eropa juga mengenal kisah mengenai praktik sihir dan ilmu gaib.
Karena itu, para sejarawan tidak dapat memastikan bahwa santet berasal dari satu wilayah tertentu. Santet merupakan bagian dari warisan budaya yang masih hidup dalam sebagian masyarakat Indonesia.
Memahami fenomena ini perlu dilakukan secara bijaksana dengan membedakan antara kepercayaan budaya, ajaran agama, dan temuan ilmiah.
Apa pun keyakinan seseorang, sikap yang paling arif adalah tidak mudah menuduh orang lain tanpa bukti, mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang benar, menjaga keimanan, serta mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.
Dengan demikian, misteri santet tetap menjadi bagian dari khazanah budaya Nusantara yang menarik untuk dipelajari, namun tetap harus disikapi secara rasional, bijaksana, dan bertanggung jawab. (red/akha)










