Logo HUT ke-81 RI Terpilih, Fajar Novario Bongkar Kisah di Balik Desain Pemersatu Bangsa

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Di balik logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026 yang kini menjadi simbol perayaan kemerdekaan, tersimpan proses kreatif yang tidak sederhana.

Sang perancang, Fajar Novario, mengungkap bahwa desain pemenang tersebut lahir setelah melewati kritik tajam dan perenungan mendalam terhadap pemikiran para pendiri bangsa.

banner 720x1000

Fajar mengaku, pada tahap awal dirinya bersama tim sempat memasukkan berbagai simbol untuk menggambarkan tema besar “Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Namun, konsep itu justru mendapat kritik keras dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI).

“Kami dapat kritik yang lumayan pedas karena desainnya terlalu muluk-muluk dan terlalu cocoklogi,” ungkap Fajar saat dihubungi suarasmr.news, Rabu (15/7/2026).

Kritik tersebut menjadi titik balik. Fajar memutuskan mengulang seluruh proses kreatif dengan mengambil inspirasi dari cara berpikir para founding fathers saat merumuskan Pancasila.

Ia mendalami nilai kesamaan nasib, persatuan, dan cinta tanah air sebagai fondasi utama dalam membangun identitas visual yang mampu merangkul seluruh rakyat Indonesia.

Alih-alih menghadirkan logo yang sarat makna rumit, Fajar memilih pendekatan sederhana namun kuat. Bentuk angka 8 yang saling bersilangan menjadi simbol kolektivitas, gotong royong, dan sinergi antarelemen bangsa.

banner 720x1000

Sementara keterhubungan angka 8 dan 1 menggambarkan perjalanan Indonesia untuk terus bertumbuh menuju cita-cita bersama.

Tak hanya itu, desain tersebut juga terinspirasi dari pola dan bentuk budaya Nusantara yang kemudian diterjemahkan menjadi simbol pemersatu di tengah keberagaman Indonesia.

Menurut Fajar, logo sengaja dibuat terbuka terhadap berbagai tafsir agar seluruh masyarakat, dari latar belakang budaya apa pun, dapat merasa memiliki makna yang sama.

“Apapun yang diterjemahkan oleh masyarakat, itu poinnya yang mempersatukan kita,” ujarnya.

Selain mengedepankan filosofi, aspek fungsional juga menjadi perhatian utama. Logo dirancang agar mudah dikenali, mudah diaplikasikan di berbagai media, dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Heboh di Medsos! Dua PMI Ponorogo Diduga Terdampak Kebakaran Maut di Hong Kong, Disnaker Bergerak Cepat Telusuri Identitas

Keberhasilan Fajar bukan diraih secara instan. Co-founder Auman Design Bureau sekaligus penggagas Padang Desain Area itu harus melewati proses seleksi ketat mulai dari kurasi portofolio, wawancara, pendampingan intensif hingga pemungutan suara publik.

Hasilnya, karya bertajuk “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh” keluar sebagai pemenang dengan 44,73 persen suara atau unggul dari total 68.569 suara yang masuk selama lima hari pemungutan suara.

Fajar berhasil mengungguli empat finalis lainnya, yakni David Wirawan P (Surakarta) dengan konsep “8 Harapan, 1 Tujuan”, Kanda Putra (Denpasar) dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung”, Rizkiawan (Malang) dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama”, serta Tiffany Djohan (Batam) dengan konsep “Demokrasi dan Kemandirian”.

Dengan kemenangan tersebut, logo karya Fajar Novario resmi menjadi identitas visual HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus diharapkan menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan semangat bertumbuh bersama menuju Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan makmur. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *