Jalur Situbondo – Banyuwangi Lumpuh Antrean Kendaraan Mengular Belasan Kilometer di Ketapang 

oleh

SUARASMR.NEWS BANYUWANGI – Antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Lonjakan kendaraan logistik yang mencapai 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya menjadi salah satu pemicu kepadatan parah di jalur utama Situbondo–Banyuwangi.

Situasi semakin kompleks karena pada saat bersamaan tengah berlangsung proyek perbaikan dan peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kondisi tersebut membuat pengaturan arus kendaraan dan operasional kapal harus dilakukan secara ekstra ketat.

banner 930x110

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan peningkatan kapasitas dermaga menjadi 50 ton untuk satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk merupakan bagian dari penguatan infrastruktur.

“Pengerjaan satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027,” ujar Media di Banyuwangi, Sabtu.

Kapal Besar Dikerahkan : Untuk menekan antrean, ASDP mengoperasikan 24 kapal berkapasitas besar. Bahkan, enam kapal menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muat sekaligus memangkas waktu kapal berada di dermaga.

Pola tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan serta aspek keselamatan pelayaran.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan regulator dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengendalikan arus kendaraan, terutama kendaraan logistik, sekaligus mempercepat penguraian antrean menuju pelabuhan.

“Kami dari ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan, khususnya kendaraan logistik, sekaligus mempercepat penguraian antrean akses menuju pelabuhan,” kata Media.

Tak berhenti di situ, ASDP Cabang Ketapang juga menyiapkan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan berkapasitas besar untuk membantu mengurai antrean kendaraan yang telah berdampak pada kelancaran lalu lintas di jalur utama Situbondo–Banyuwangi.

Baca Juga :  Teddy Kobarkan Mimpi Anak Sekolah Rakyat, Bermimpilah Besar Masa Depan Ada di Tangan Kalian

Saat ini, KMP Jatra I masih dalam proses perizinan pelayaran dari Merak menuju Ketapang.

Sebelumnya, ASDP juga telah mendatangkan tiga kapal perbantuan, yakni KMP Atayana dan KMP Portlink VII yang menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, serta KMP Liputan XII yang menjalankan pola serupa di Dermaga LCM.

Media menegaskan, ASDP akan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga layanan penyeberangan tetap berjalan optimal di tengah tingginya volume kendaraan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, tanpa mengesampingkan upaya untuk memberikan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya. (red/agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *