SUARASMR.NEWS BANTEN — Pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut di perairan Selat Sunda.
Temuan itu berupa satu helm berwarna merah, satu jeriken minyak berwarna biru, serta dua jaket pelampung (life jacket) berwarna oranye dan merah.
Barang-barang tersebut ditemukan KN SAR Tetuka pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 12.33 WIB, di Sektor 5 (Sektor X), perairan selatan Gunung Anak Krakatau dan sekitar Anyer.
Basarnas masih melakukan identifikasi untuk memastikan apakah barang-barang tersebut benar berkaitan dengan rombongan yang tengah dicari.
Pencarian hingga kini masih difokuskan untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang belum diketahui keberadaannya.
Berangkat Meliput Erupsi, Tak Pernah Kembali : Peristiwa ini bermula pada Senin, 7 September 2026. Sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan berjumlah delapan orang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, menggunakan speedboat.
Rombongan terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu. Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis, M. Bagus Khoirunnas, masih sempat mengirimkan share location kepada rekannya di Lampung.
Namun, situasi berubah tak lama kemudian. Pada 15.04 WIB, komunikasi mulai terganggu. Nomor telepon Bagus tidak lagi dapat dihubungi.
Meski demikian, sekitar pukul 16.00 WIB, pemandu bernama Herianto masih sempat mengabarkan kepada keluarganya bahwa kondisi rombongan di tengah laut dalam keadaan aman.
Harapan itu menjadi komunikasi terakhir yang diketahui. Sekitar pukul 18.13 WIB, Herianto mengirimkan foto dirinya dengan latar belakang kawasan gugusan Pulau Anak Krakatau.
Setelah itu, komunikasi terputus. Seluruh ponsel rombongan kemudian tidak lagi dapat dihubungi. Pelacakan sinyal juga menunjukkan keberadaan terakhir perangkat sempat terdeteksi di sekitar jaringan BTS Pulau Sebesi pada malam tersebut.
Pencarian Dimulai : Karena rombongan tidak kunjung kembali, rekan sesama jurnalis kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Basarnas Banten pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 13.55 WIB.
Tim SAR langsung bergerak. KN SAR Tetuka bersama unit RIB dikerahkan menuju sejumlah koordinat yang diduga menjadi lokasi keberadaan rombongan.
Namun, pencarian awal menghadapi kendala berat. Cuaca buruk dan sebaran abu vulkanik membuat proses pencarian tidak berjalan mudah.
Kini, pencarian diperluas dengan melibatkan unsur SAR gabungan dan TNI Angkatan Laut. Temuan helm merah, jeriken serta dua life jacket menjadi titik penting dalam operasi pencarian.
Namun, Basarnas belum memastikan apakah seluruh barang tersebut berkaitan langsung dengan delapan orang yang hilang. Di tengah luasnya perairan Selat Sunda dan kondisi alam yang tidak menentu, operasi pencarian masih terus dilakukan.
Lima Jurnalis diantaranya, M Bagus Khoirunnas (ANTARA Biro Banten)Arie Basuki (Merdeka.com)Yudistiro Pranoto / Yudhis (iNews)Firman Daus / Daus (Anadolu Agency)Donal Husni (Jurnalis lepas / freelance)
Sedangkan tiga Awak Kapal dan Pendukung yaitu, Warta (Kapten/Nakhoda kapal) Sukarman dan Surakman sebagai Anak Buah Kapal (ABK).
Delapan orang pergi menjalankan tugas jurnalistik. Lima hari kemudian, yang ditemukan baru sejumlah barang. Sementara keberadaan mereka masih menjadi misteri yang terus dicari di tengah ganasnya perairan Selat Sunda. (red/hil)










