Dari Pinggiran Kota Sidoarjo Gadis Mungil Menembus Panggung Nasional

oleh

SUARASMR.NEWS SIDOARJO — Jangan remehkan mimpi seorang gadis dari pelosok Prambon Kabupaten Sidoarjo. Di balik tubuh mungilnya, tersimpan semangat besar yang kini mengantarkan Aprilia Aisatus Zahira, siswi SMPN 1 Prambon, menembus panggung nasional.

Aisa, sapaan akrabnya, resmi terpilih menjadi salah satu anggota Kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Sidoarjo yang akan membawa nama daerah dalam ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka 2026 di Cibubur, Jakarta.

banner 930x110

Bagi Aisa, keberangkatan ke Jamnas bukan sekadar perjalanan mengikuti kegiatan Pramuka. Ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, sekaligus pembuktian bahwa asal daerah dan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar mimpi.

Gadis yang merupakan putri bungsu pasangan Abdul Muid (42) dan Suranti (40) itu tumbuh sederhana di kawasan Prambon, Sidoarjo. Sang ayah yang bekerja sebagai marketing usaha outbound turut mengenalkan Aisa pada dunia alam terbuka.

“Untuk prestasi anak, kami tentu memberikan dukungan penuh agar Aisa bisa berlaga di Jambore Nasional,” ujar Muid penuh haru saat mendampingi putrinya dalam acara pelepasan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026).

Untuk mengikuti Jamnas selama 15 hari di Cibubur, setiap peserta membutuhkan biaya operasional sekitar Rp6 juta. Namun Aisa tak perlu memikirkan beban tersebut.

Berkat prestasi yang diraih serta keberhasilannya melewati seleksi ketat tingkat kabupaten, seluruh kebutuhan Aisa selama mengikuti Jamnas ditanggung pihak sekolah.

Kepala SMPN 1 Prambon sekaligus Kamabigus, Yekti Ariani, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Ini adalah kebanggaan besar bagi sekolah kami. Kami sangat mendukung Aisa yang berhasil lolos seleksi tingkat nasional,” ungkap Yekti.

Kecintaan Aisa terhadap Pramuka bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Sejak kelas 6 SD, ia sudah aktif mengikuti kegiatan kepramukaan.

Baca Juga :  Aduan Hambatan Usaha Ada 63 Masuk ke Meja Menkeu, Kasus Energi “Raksasa” Siap Disidangkan: Pemain Besar Mulai Terkuak

Meski sempat mencoba ekstrakurikuler seni tari, langkah Aisa akhirnya tetap kembali ke Pramuka. Di bidang akademik pun, prestasinya tak kalah membanggakan. Nilai-nilai yang diraihnya tercatat berada di atas rata-rata.

Tak Sekadar Ingin Jadi Guru, Aisa Punya Mimpi Besar : Saat ditanya tentang masa depan, Aisa menjawab dengan penuh keyakinan.

Ia ingin tetap aktif di Pramuka hingga jenjang SMA. Lebih dari itu, ia menyimpan cita-cita menjadi guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina Pramuka yang dikenal luas.

“Saya ingin terus aktif di Pramuka sampai SMA nanti. Cita-cita saya ingin menjadi guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina Pramuka yang terkenal,” tutur Aisa penuh semangat.

Kini, mimpi itu selangkah lebih dekat. Aisa bersama 31 anggota Kontingen Sidoarjo lainnya akan bertolak menuju Surabaya pada Senin pagi sebelum bergabung dengan lebih dari 1.500 peserta asal Jawa Timur untuk kemudian menuju Jakarta.

Total Kontingen Sidoarjo mengirimkan 32 peserta terbaik, yang terbagi dalam empat kelompok, yakni dua kelompok putra dan dua kelompok putri.

Jamnas Bukan Sekadar Kemah, Tapi Sekolah Kehidupan : Pembina Kwarcab Sidoarjo sekaligus pendamping kontingen, Siti Khoiriyah, menegaskan bahwa Jamnas bukan sekadar ajang perlombaan.

Jamnas menjadi ruang besar bagi para Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia untuk bertemu, bertukar pengalaman, sekaligus mengasah keterampilan hidup.

“Jamnas adalah pesta pertemuan besar para penggalang dari seluruh Indonesia. Di sana, anak-anak akan belajar keterampilan baru seperti mendayung, menyelam, memanah hingga ilmu ketahanan pangan seperti menanam dan beternak,” jelas Siti.

Tak hanya membawa semangat Pramuka, kontingen Sidoarjo juga membawa misi memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Produk UMKM khas Sidoarjo seperti kerupuk kupang dan kerupuk udang turut dibawa. Tanaman khas Sidoarjo, Ketapang, juga akan diperkenalkan di arena Jamnas.

Baca Juga :  Cabai Rawit Merah Tembus Rp74 Ribu per Kg, Bawang Merah dan Telur Ayam Ikut Merangkak Naik

Dari Prambon untuk Indonesia : Kisah Aisa menjadi gambaran bahwa sebuah mimpi tidak mengenal batas geografis.

Dari kawasan Prambon, Sidoarjo, seorang gadis sederhana kini bersiap berdiri di tengah ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia. Ia membawa seragam, semangat, dan satu kebanggaan besar: membawa nama Sidoarjo ke panggung nasional.

Perjalanan Aisa sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda Sidoarjo: jangan takut bermimpi hanya karena berasal dari daerah. Sebab, prestasi tidak lahir dari tempat seseorang berasal, tetapi dari keberanian untuk berjuang dan tidak menyerah mengejar cita-cita.

Dari Prambon, Aisa melangkah. Dari Kabupaten Sidoarjo, ia membawa nama daerah. Dan di Jamnas 2026, mimpi kecil seorang gadis mungil itu siap menjadi cerita besar. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *