SUARASMR.NEWS TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, terus menggenjot pembangunan dan berbagai program kemasyarakatan. Pengelolaan pembangunan desa diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus berjalan transparan dan sesuai ketentuan.
Kepala Desa Plandaan, Fauzi Surahmad, mengatakan berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024 hingga 2025.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, seluruh program dan kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan dipaparkan dan dipajang di aula desa.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara langsung penggunaan anggaran serta hasil pembangunan yang telah dikerjakan pemerintah desa.
“Sekarang masyarakat semakin peduli terhadap apa yang dilakukan pemerintahan desa. Karena itu, kami memaparkan semua kegiatan sesuai aturan, termasuk pengawasan dan tata kelola pembangunan,” ujar Fauzi, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, Dana Desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pembangunan dari tingkat paling bawah. Karena itu, pemerintah desa tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga membangun partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Fauzi menegaskan, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
Sosialisasi, penyusunan anggaran, hingga tahap pengerjaan harus melibatkan masyarakat sehingga program yang direalisasikan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Pembangunan harus memiliki sasaran yang jelas dan nyata, sehingga dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Libatkan Tokoh Masyarakat hingga RT/RW : Pemdes Plandaan juga terus membangun kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, RW serta elemen lainnya dilibatkan dalam proses pembangunan dan pembinaan masyarakat.
Menurut Fauzi, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyatukan gagasan mengenai arah pembangunan desa ke depan.
Pembagian tugas dan fungsi pada masing-masing bidang, mulai pembangunan, pembinaan hingga pemberdayaan masyarakat, juga terus diperkuat. Pemerintah desa berkomitmen menjaga kekompakan agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara maksimal.
Tangkal Hoaks, Perkuat Kepedulian Warga : Di tengah derasnya arus informasi, Fauzi juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terbawa isu maupun opini yang dapat memicu prasangka dan mengganggu hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Dukungan masyarakat harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Masyarakat jangan mudah terbawa hoaks yang penuh opini. Hal-hal negatif harus kita tangkis dengan membangun sesuatu yang positif dan memperkuat rasa kepedulian,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan pembangunan desa membutuhkan sumber daya manusia yang memadai, handal dan terukur. Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat harus menjaga komitmen dan terus memperkuat sinergi.
“Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah desa. Ini merupakan komitmen bersama. Dengan kebersamaan dan kepedulian masyarakat, roda pembangunan desa akan semakin kuat dan maju,” pungkasnya. (red/aden)










