Menhut: Api Bisa Membara hingga Awal November, Lahan Bekas Terbakar Mulai Ditanami Sawit

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan, karhutla masih berpotensi terjadi hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026, seiring kondisi kering dan datangnya hujan yang diperkirakan lebih lambat.

Peringatan itu disampaikan Raja Juli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Ia menegaskan bahwa petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah. “Karhutla ini masih akan bersama kita sampai Oktober atau awal November,” kata Raja Juli.

banner 930x110

Menurutnya, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI-Polri, BNPB dan BPBD terus dikerahkan untuk mengatasi titik-titik kebakaran. Namun, persoalan menjadi semakin rumit ketika api yang telah berhasil dipadamkan kembali muncul di lokasi lain.

Raja Juli mengungkap adanya pola peningkatan karhutla pada setiap akhir pekan. Ia menyebut tren tersebut terlihat mulai Jumat, Sabtu hingga Minggu. Ia menduga terdapat pihak yang kembali melakukan pembakaran setelah api sebelumnya berhasil dipadamkan.

“Setiap kali sudah padam, masih ada orang yang mau main api untuk kembali membakar. Dan ternyata mulai ada trennya. Trennya selalu naik kalau weekend,” ujarnya menegaskan.

Kondisi tersebut membuat kerja keras petugas di lapangan menghadapi tantangan berulang. Ketika satu titik berhasil dikendalikan, kebakaran baru dapat kembali muncul di lokasi berbeda.

Sorotan terhadap karhutla juga mengarah ke Kalimantan Barat. Kementerian Kehutanan sebelumnya menyegel sekitar 2.400 hektare lahan bekas karhutla di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Penyegelan dilakukan setelah petugas menemukan aktivitas penanaman kelapa sawit di lahan yang baru saja terbakar. Tim juga menemukan aktivitas pembukaan lahan menggunakan alat berat dan kemudian menyita satu unit ekskavator. Kasus tersebut diproses melalui penegakan hukum.

Baca Juga :  Cuaca Nusantara Hari Ini: Awan, Hujan, dan Waspada Dinamika Langit

Temuan tersebut menjadi perhatian karena aktivitas penanaman sawit berlangsung ketika kawasan masih menyisakan bekas kebakaran. Raja Juli menegaskan area yang telah disegel tidak boleh dimasuki ataupun digunakan untuk aktivitas apa pun selama proses hukum berlangsung.

Di tengah kondisi kering yang dipengaruhi fenomena El Niño, Raja Juli meminta masyarakat, petani maupun korporasi tidak melakukan pembakaran lahan.

Pemerintah juga terus mengandalkan operasi pemadaman dan berbagai langkah penanganan untuk mengendalikan karhutla. Reuters melaporkan pemerintah mengerahkan puluhan pesawat untuk operasi pemadaman udara dan modifikasi cuaca di sejumlah wilayah terdampak.

Raja Juli menekankan bahwa perjuangan petugas di lapangan tidak boleh sia-sia hanya karena muncul pembakaran baru.

“Kasihan melihat Manggala Agni, TNI-Polri di lapangan yang betul-betul berjibaku. Ketika mereka sukses memadamkan di satu titik, tahu-tahu sudah terbakar lagi di tempat yang lain,” pungkasnya.

Karhutla belum selesai. Api masih mengintai, sementara musim hujan diperkirakan baru datang pada akhir Oktober hingga awal November. Pemerintah pun mengingatkan agar tidak ada lagi pihak yang sengaja bermain api di tengah situasi yang semakin rawan. (red/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *