SUARASMR.NEWS – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang semakin individualis.
Pesan penuh makna itu disampaikan Ahmad Najib dalam khutbah Iduladha di Masjid Nurul Iman Perumahan The Taman Dhika, Sidoarjo, Jawa Timur yang mengangkat tema “Kurban Sebagai Teguran Terhadap Hidup yang Terlalu Individualis.”
Dalam khutbahnya, Ahmad Najib menegaskan bahwa perkembangan zaman dan gaya hidup modern perlahan membuat nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan mulai memudar di tengah masyarakat.
Menurutnya, ibadah kurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan simbol pengorbanan diri, keikhlasan, serta wujud nyata solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
“Melalui kurban, umat Islam diajarkan untuk tidak hidup hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain,” pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Suasana Iduladha pun menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun rasa persaudaraan, dan menghidupkan kembali budaya gotong royong yang perlahan mulai terkikis oleh sikap individualisme.
Semangat berbagi daging kurban dinilai menjadi simbol kuat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya lahir dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan berbagi dan memberi manfaat kepada sesama.
Melalui tema tersebut, jamaah diharapkan mampu menjadikan Iduladha sebagai pengingat untuk terus menjaga rasa solidaritas, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan kembali nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. (red/akha)











