SUARASMR.NEWS – Penyakit ginjal pada anak ternyata bisa muncul dengan tanda-tanda yang kerap dianggap sepele. Padahal, jika terlambat dikenali, gangguan ginjal dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak di masa depan.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi, Henny Adriani Puspitasari, mengingatkan para orang tua untuk lebih peka terhadap sejumlah gejala yang dapat menjadi sinyal awal gangguan ginjal pada anak.
Menurut Henny, pertumbuhan anak yang terhambat menjadi salah satu tanda utama yang harus diwaspadai. Selain itu, anak yang sering mengalami demam tinggi berulang tanpa penyebab yang jelas juga perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak hanya itu, orang tua juga dianjurkan memperhatikan kebiasaan buang air kecil anak. Pancaran urine yang lemah, tersendat, atau hanya menetes bisa menjadi indikasi adanya masalah pada saluran kemih maupun ginjal.
Gejala lain yang tidak boleh diabaikan adalah pembengkakan di sekitar mata, terutama saat bangun tidur. Kondisi ini dapat terjadi akibat penumpukan cairan dalam tubuh karena fungsi ginjal yang menurun.
Yang lebih mengkhawatirkan, munculnya darah dalam urine atau perubahan warna urine menjadi kemerahan dapat menjadi pertanda adanya gangguan serius pada ginjal maupun saluran kemih.
Selain itu, urine yang berbusa berlebihan juga patut dicurigai. Kondisi tersebut bisa menandakan adanya kebocoran protein yang seharusnya disaring oleh ginjal.
Henny juga mengingatkan bahwa anemia berkepanjangan yang tidak membaik meski sudah diberikan suplemen zat besi dapat menjadi sinyal gangguan fungsi ginjal. Pasalnya, ginjal berperan penting dalam memproduksi hormon yang membantu pembentukan sel darah merah.
Tak kalah penting, tekanan darah tinggi pada anak juga harus mendapat perhatian khusus. Banyak orang tua mengira hipertensi hanya dialami orang dewasa, padahal kondisi tersebut dapat menjadi indikator adanya penyakit ginjal pada anak.
Delapan Gejala Gangguan Ginjal pada Anak yang Harus Diwaspadai:
1. Pertumbuhan terhambat.
2. Demam tinggi berulang tanpa penyebab jelas.
3. Pancaran urine lemah atau menetes.
4. Pembengkakan di sekitar mata.
5. Darah dalam urine atau urine kemerahan.
6. Urine berbusa berlebihan.
7. Anemia berkepanjangan yang sulit membaik.
8. Tekanan darah tinggi.
Henny menegaskan, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih berat. Karena itu, orang tua diimbau segera membawa anak ke dokter apabila menemukan satu atau lebih gejala tersebut.
“Jangan tunggu sampai kondisi memburuk. Semakin cepat gangguan ginjal terdeteksi, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan yang optimal dan terhindar dari komplikasi serius,” tegasnya.
Pesan penting bagi orang tua: Jangan menganggap remeh perubahan kecil pada kesehatan anak. Mengenali gejala sejak dini dapat menjadi langkah penyelamatan yang menentukan masa depan kesehatan buah hati. (red/niluh)











