SUARASMR.NEWS, DENPASAR – Cuaca panas, polusi, debu, dan keringat ternyata menjadi kombinasi berbahaya yang dapat merusak kesehatan kulit. Tanpa perawatan yang tepat, kulit berisiko mengalami dehidrasi, kusam, pori-pori tersumbat, hingga penuaan dini.
Pakar kecantikan dan dokter kulit kini mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan dampak paparan sinar matahari dan polusi, terutama bagi mereka yang sering bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.
CEO klinik dermatologi DermaPuritys, Lalita Arya, mengungkapkan bahwa menjaga kulit tetap sehat di tengah cuaca panas sebenarnya tidak membutuhkan perawatan yang rumit.
Menurutnya, tiga langkah sederhana sudah cukup menjadi benteng utama melindungi kulit dari berbagai ancaman.
“Membersihkan wajah, menggunakan pelembap yang sesuai, dan rutin memakai tabir surya merupakan fondasi utama kesehatan kulit saat cuaca panas,” ujarnya.
Arya menjelaskan, membersihkan wajah dengan pembersih lembut sangat penting untuk mengangkat debu, polusi, dan sisa riasan tanpa merusak lapisan pelindung alami kulit.
Setelah itu, penggunaan pelembap yang sesuai jenis kulit membantu menjaga kadar air dan mencegah kulit mengalami kekeringan akibat paparan panas.
Namun, langkah yang paling krusial adalah penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30. Menurut Arya, banyak orang masih menganggap tabir surya hanya diperlukan saat berada di pantai atau ruang terbuka, padahal perlindungan tersebut wajib digunakan setiap hari, termasuk saat berkendara atau menggunakan transportasi umum.
“Tabir surya harus diaplikasikan ulang secara berkala karena keringat dan aktivitas harian dapat mengurangi efektivitas perlindungannya,” tegas Arya dikutip suarasmr.news, Selasa (22/6/2026).
Tak hanya perawatan dari luar, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga menjadi kunci penting untuk mempertahankan kesehatan kulit. Konsumsi air putih yang cukup serta buah-buahan kaya kandungan air dapat membantu kulit tetap segar dan bercahaya.
Sementara itu, dokter kosmetologi Sonia Gupta memperingatkan bahwa debu, polusi, dan keringat yang menumpuk sepanjang hari dapat menjadi penyebab utama pori-pori tersumbat dan kulit tampak kusam.
Untuk mengatasinya, Gupta merekomendasikan metode double cleansing atau pembersihan wajah dua tahap, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Metode ini dinilai lebih efektif dalam mengangkat kotoran dan residu yang menempel di kulit.
Ia juga menyarankan penggunaan produk berbahan ringan, berbasis air, dan non-komedogenik agar kulit tetap nyaman meski cuaca sedang terik.
Bagi kulit yang mengalami iritasi akibat panas berlebih, Gupta merekomendasikan bahan-bahan alami seperti lidah buaya, mentimun, teh hijau, dan centella asiatica yang dikenal mampu menenangkan dan menyegarkan kulit.
Tak kalah penting, area mata dan bibir juga perlu mendapat perhatian khusus. Paparan panas, debu, serta penggunaan pendingin ruangan dalam waktu lama dapat membuat kedua area tersebut lebih cepat kering dan rentan mengalami iritasi.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, ancaman kulit kusam, dehidrasi, hingga kerusakan akibat cuaca panas dapat diminimalkan, sehingga kulit tetap sehat, segar, dan bercahaya sepanjang hari. (red/niluh)











