Fadli Zon Buka Suara soal Gunung Kawi yang Viral! Tegaskan Tradisi Leluhur Bukan Sekadar Isu Pesugihan

oleh

SUARASMR.NEWS MALANG – Ramainya perbincangan mengenai Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang kembali viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Ia menegaskan bahwa tradisi ziarah di Gunung Kawi merupakan bagian dari warisan budaya dan mozaik keberagaman Indonesia, bukan semata-mata dikaitkan dengan stigma pesugihan yang belakangan ramai beredar.

banner 720x1000

Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon di Jakarta, Senin, saat menanggapi berbagai konten di media sosial yang mengaitkan aktivitas ziarah di Gunung Kawi dengan praktik mencari kekayaan secara mistis.

Menurut Fadli, Indonesia memiliki keragaman tradisi dan budaya yang telah hidup selama ratusan tahun. Karena itu, setiap tradisi perlu dipahami secara utuh dalam konteks sejarah dan budaya, bukan langsung diberi stigma negatif.

“Gunung Kawi ya, itu kan keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat. Itu merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,” ujar Fadli Zon dalam pernyataannya dikutip suarasmr.news, Selasa (7/7/2026).

Ia menegaskan, selama sebuah tradisi membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan ekonomi budaya, serta tidak merusak lingkungan maupun mengganggu ketertiban umum, maka keberadaannya merupakan bagian dari realitas kehidupan bangsa yang patut dihormati.

“Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita,” katanya.

banner 720x1000

Pernyataan Fadli muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap Gunung Kawi setelah berbagai unggahan di media sosial kembali mengangkat narasi mengenai pesugihan.

Konten-konten tersebut memicu perdebatan, antara mereka yang mempercayainya dan pihak yang menilai Gunung Kawi lebih tepat dipandang sebagai situs sejarah dan destinasi wisata religi.

Baca Juga :  Berhenti Membandingkan, Mendamaikan Hati di Tengah Riuh Media Sosial

Pesarean Gunung Kawi sendiri merupakan kompleks makam dua tokoh yang dihormati masyarakat, yakni Raden Mas Soeryo Koesoemo atau Kiai Zakaria II yang dikenal sebagai Eyang Djoego, serta Raden Mas Iman Soedjono.

Selama puluhan tahun, kawasan ini menjadi salah satu tujuan ziarah yang didatangi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap momentum Tahun Baru Islam atau 1 Muharam (1 Suro), ribuan peziarah memadati kawasan tersebut untuk mengikuti rangkaian tradisi, mulai dari kirab budaya, doa bersama, hingga tabur bunga di area pesarean.

Tradisi ini juga menjadi penggerak ekonomi warga sekitar karena meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa penginapan, kuliner, hingga penjualan cenderamata.

Pernyataan Menteri Kebudayaan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Gunung Kawi tidak dapat dipandang hanya dari narasi mistis yang beredar di media sosial.

Di balik berbagai cerita yang berkembang, kawasan itu menyimpan nilai sejarah, budaya, tradisi, dan potensi ekonomi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *