SUARASMR.NEWS JAKARTA – Sorotan panggung Pagelaran Sabang Merauke bertajuk “Hikayat Srikandi Nusantara” tak hanya menghadirkan kemegahan budaya Indonesia.
Di balik gemerlap panggung, ada perjuangan Raisa Andriana, wanita kelahiran 6 Juni 1990 adalah seorang penyanyi-penulis lagu, dan aktris berkebangsaan Indonesia keturunan Sunda dan Belanda.
Raisa Andriana menaklukkan rasa tidak percaya diri saat dipercaya memerankan sosok Srikandi, perempuan tangguh yang dikenal berani dan tegas.
Tampil di hari pertama pertunjukan di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026) malam, Raisa akhirnya berhasil “pecah telur” sebagai Srikandi.
Penyanyi tersebut mengaku sempat merasa malu setiap kali harus mengucapkan dialog saat menjalani latihan.
“Pas pertama, setiap aku latihan, habis setiap satu kata, malu. Sekarang sudah pede,” ujar Raisa dalam konferensi pers seusai pertunjukan.
Namun, rasa gugup itu perlahan berubah menjadi kepercayaan diri. Begitu pertunjukan pertama berakhir, Raisa mengaku sangat lega sekaligus bahagia karena berhasil melewati salah satu tantangan terbesarnya.

“Senang banget aku merasa hari ini akhirnya pecah telur juga jadi Srikandinya. Dari tadi Raisanya agak ditahan-tahan. Jadi ini baru pertama kali senyum dari tadi pagi,” katanya berseloroh.
Bukan sekadar menyanyi, peran Srikandi menuntut Raisa tampil total. Ia harus berakting, bernyanyi, sekaligus menari untuk menghidupkan karakter perempuan kuat tersebut di atas panggung.
Bagi Raisa, keberhasilan penampilannya bukan hanya soal mampu memainkan karakter. Lebih dari itu, ia ingin pesan yang dibawa tokoh Srikandi benar-benar sampai kepada penonton.
Tepuk tangan yang menggema ketika Srikandi menyampaikan dialog menjadi salah satu tanda bagi Raisa bahwa pesan tersebut berhasil diterima.
“Aku juga senang karena bisa mengemban pesan yang begitu berat, tapi juga begitu penting di dalam Pagelaran Sabang Merauke ini,” tuturnya.
Menurut Raisa, pertunjukan tersebut bukan sekadar menghadirkan hiburan atau mengejar kemegahan panggung.
“Bukan sekadar karena momennya lagi bagus, tapi karena memang pesannya itu sendiri diterima sama penonton,” tegasnya.
Raisa pun mengaku bangga menjadi bagian dari Pagelaran Sabang Merauke “Hikayat Srikandi Nusantara”, sebuah pertunjukan yang mengangkat kekuatan perempuan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara.
“Jadinya aku sangat bahagia, bukan sekadar karena aku berada di Pagelaran Sabang Merauke yang begitu kaya ini, tapi aku bangga karena bisa menyampaikan pesan yang begitu penting, terutama di keadaan Indonesia yang saat ini,” kata Raisa.
Deretan Perempuan Hebat Hidupkan Kisah Nusantara : Raisa tidak tampil sendirian. Sejumlah seniman perempuan turut menghidupkan tokoh-tokoh perempuan legendaris dari berbagai penjuru Nusantara.
Penyanyi Yura Yunita memerankan Mahadewi, Christine Tambunan sebagai Dayang Sumbi, Mirabeth Sonia menjadi Mandeh Rubayah, sementara Pradnya Larasari memerankan Calon Arang.
Pagelaran Sabang Merauke “Hikayat Srikandi Nusantara” sendiri menjadi panggung besar yang menyatukan kisah perempuan Nusantara dengan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Pertunjukan tersebut menghadirkan 103 koreografi dan 28 lagu dengan melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni. Pertunjukan “Hikayat Srikandi Nusantara” dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026.
Mereka terdiri atas 15 penyanyi, satu grup band, 387 penari, musisi tradisional yang memainkan 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, 60 musisi orkestra, 11 tim koreografer, serta 16 desainer kostum.
Di atas panggung megah itu, Raisa bukan hanya sedang memainkan Srikandi. Ia juga membawa pesan tentang keberanian, kekuatan perempuan, serta semangat untuk terus berdiri teguh menghadapi tantangan sebuah pesan yang malam itu berhasil dibayar dengan tepuk tangan meriah penonton. (red/ria)










