Jangan Takut pada Silaturahmi, Takutlah pada Hati yang Mulai Membenci

oleh

SUARASMR.NEWS SURABAYA – Silaturahmi sejatinya bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, kehadiran seseorang yang datang untuk bersilaturahmi dapat menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan, membuka kembali pintu komunikasi, sekaligus merajut persaudaraan yang mungkin sempat renggang.

Namun, ada hal yang jauh lebih patut direnungkan, ketika hati seseorang yang dahulu begitu dekat perlahan berubah menjadi dingin, kecewa, bahkan menyimpan kebencian.

banner 930x110

Luka yang datang dari orang yang pernah dipercaya sering kali terasa lebih dalam dibandingkan kebencian dari orang yang sejak awal tidak pernah dekat. Sebab, di dalam sebuah hubungan terdapat kepercayaan, kenangan, dan harapan yang pernah dibangun bersama.

Karena itu, jangan mudah memutus tali silaturahmi hanya karena perbedaan, kesalahpahaman, atau luka masa lalu. Jika pernah terjadi kesalahan, selesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Belajarlah meminta maaf ketika salah dan memaafkan ketika disakiti.

Dalam kehidupan, kita tidak pernah tahu kapan sebuah pertemuan akan menjadi pertemuan terakhir. Bisa jadi, silaturahmi yang kita jalani hari ini merupakan kesempatan yang Allah berikan untuk memperbaiki hubungan sebelum waktu benar-benar memisahkan.

Maka, jangan biarkan hati dipenuhi prasangka. Jangan pula membiarkan kekecewaan tumbuh menjadi kebencian. Sebab manusia bisa berubah, keadaan bisa berganti, tetapi setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah.

Pada akhirnya, yang perlu kita takuti bukanlah orang yang datang membawa silaturahmi, melainkan ketika hati kita sendiri mulai kehilangan kasih, sulit memaafkan, gemar berprasangka, dan memilih memelihara kebencian.

Sebab hati yang bersih akan menghadirkan ketenangan, sedangkan hati yang dipenuhi kebencian hanya akan menjauhkan manusia dari kedamaian dan rahmat Allah. (red/akha)

Baca Juga :  RSUD dr. Iskak Tulungagung Pererat Sinergi dengan Media, Wujudkan Informasi Publik yang Akurat dan Transparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *