MTQ Nasional XXXI 2026 Hadirkan Cabang Perdana untuk Tunarungu, Sistem Penilaian Dirombak Total

oleh

SUARASMR.NEWS SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dipastikan menjadi penyelenggaraan paling bersejarah sepanjang perjalanan MTQ di Indonesia.

Untuk pertama kalinya, ajang bergengsi tingkat nasional ini akan menghadirkan cabang khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara (tunarungu), sekaligus meluncurkan reformasi besar dalam sistem penilaian dewan hakim.

banner 930x110

Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, mengungkapkan bahwa MTQ Nasional XXXI yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 12–19 September 2026 akan menjadi tonggak baru dalam sejarah syiar Al-Qur’an di Indonesia.

Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) akan ditampilkan sebagai eksibisi perdana setelah diterbitkannya Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat, yang membuka kesempatan lebih luas bagi Muslim tunarungu untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.

“Ini merupakan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, MTQ Nasional memberikan ruang khusus bagi saudara-saudara Muslim penyandang tuli untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui bahasa isyarat,” ujar Muchlis.

Tak hanya menghadirkan cabang baru, MTQ Nasional XXXI juga membawa gebrakan besar melalui pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim. Lembaga ini akan menjadi instrumen pengawasan yang bertugas menjaga integritas, profesionalisme, dan objektivitas para hakim selama perlombaan berlangsung.

Langkah tersebut diyakini menjadi reformasi penting untuk meningkatkan kredibilitas MTQ Nasional, sekaligus menjawab harapan masyarakat agar proses penilaian berlangsung lebih transparan dan akuntabel.

Selain perlombaan, MTQ Nasional XXXI juga akan menjadi panggung pengembangan keilmuan Islam bertaraf internasional.

Kementerian Agama menyiapkan seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga pusat kajian dan pengembangan ilmu Al-Qur’an.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Akan Umumkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memastikan seluruh persiapan terus dipercepat. Fokus utama diarahkan pada kesiapan kawasan Lapangan Simpang Lima Semarang, yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ, meski di saat bersamaan kawasan tersebut masih menjalani proses revitalisasi.

Rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI akan diawali dengan Malam Ta’aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta’aruf pada 12 September pagi, kemudian Pembukaan Resmi pada malam harinya di Lapangan Simpang Lima. Penutupan dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 di lokasi yang sama.

Dengan hadirnya cabang inklusif bagi penyandang tunarungu, reformasi sistem penilaian, dan seminar internasional, MTQ Nasional XXXI di Semarang diproyeksikan menjadi penyelenggaraan paling inovatif, inklusif, dan monumental dalam sejarah Musabaqah Tilawatil Quran di Indonesia. (red/chan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *