Jangan Anggap Sepele, Bercak Hitam Diam-Diam Mengintai Wanita Usia 30 Tahun ke Atas

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Masalah hiperpigmentasi atau munculnya bercak gelap pada kulit ternyata tidak terjadi secara mendadak. Kondisi ini berkembang perlahan selama bertahun-tahun akibat paparan sinar matahari, penuaan alami, hingga perubahan hormon yang terus berlangsung.

Direktur Medis Cambridge Medical Group, Dr. Shirley Kwee, mengungkapkan bahwa banyak orang baru menyadari adanya flek hitam ketika kondisinya sudah terlihat jelas di permukaan kulit.

banner 720x1000

“Pigmen dapat tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Saat bintik gelap terlihat jelas, sebenarnya prosesnya sudah berlangsung di dalam kulit,” ujarnya seperti dikutip dari Channel News Asia.

Muncul Perlahan, Bukan Dalam Semalam: Hiperpigmentasi terjadi ketika melanin, pigmen alami pemberi warna kulit, menumpuk secara berlebihan. Melanin diproduksi oleh sel kulit sebagai perlindungan alami terhadap radiasi ultraviolet (UV).

Namun, paparan sinar matahari yang terus-menerus dapat memicu produksi melanin berlebih hingga akhirnya membentuk noda hitam di wajah maupun area kulit lain.

Beberapa jenis hiperpigmentasi yang paling umum antara lain: Melasma: Dipicu perubahan hormon, terutama pada wanita hamil atau pengguna kontrasepsi hormonal.

Lentigo surya atau bintik matahari: Ditandai bercak hitam kecil akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang.

Hiperpigmentasi pasca inflamasi: Biasanya muncul setelah jerawat, eksim, luka, atau iritasi kulit.

Tabir Surya Jadi Senjata Utama: Menurut Dr. Kwee, pencegahan jauh lebih efektif dibanding pengobatan. Salah satu langkah paling penting adalah penggunaan tabir surya setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau beraktivitas di dalam ruangan dekat jendela.

“Penggunaan tabir surya setiap hari adalah hal yang mutlak,” tegasnya.

Selain memakai sunscreen, masyarakat juga disarankan: Menghindari paparan matahari langsung terlalu lama, Membatasi aktivitas di jam puncak sinar UV, Menggunakan pelindung seperti topi atau payung, Rutin merawat kulit dengan antioksidan seperti vitamin C.

Baca Juga :  Emosi Perempuan Saat Menstruasi: Bukan Sekadar “Baper”, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Melasma termasuk jenis hiperpigmentasi yang lebih sulit dicegah karena berkaitan dengan perubahan hormon estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap panas dan sinar UV.

banner 468x60

Tak heran jika flek hitam sering memburuk saat masa kehamilan atau ketika menggunakan kontrasepsi hormonal.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit sejak usia muda dinilai penting agar risiko hiperpigmentasi dapat ditekan sebelum bercak gelap muncul semakin jelas dan sulit diatasi. (red/niluh)

banner 930x110

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *