SUARASMR.NEWS – Di balik gemerlap wisata Pulau Bali, tersimpan sebuah ritual kuno penuh aura mistis yang hingga kini masih dipercaya masyarakat sebagai pelindung dari mara bahaya.
Ritual itu adalah Tari Sanghyang, tarian sakral warisan leluhur Bali yang diyakini mampu menghadirkan roh suci turun ke bumi demi menyelamatkan manusia dari bencana dan wabah penyakit.
Tari Sanghyang bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Tarian ini termasuk dalam kelompok tari wali atau tari upacara suci yang telah ada sejak masa pra-Hindu.
Keberadaannya masih lestari terutama di wilayah pegunungan Bali bagian utara dan timur, tempat masyarakat menjaga tradisi spiritual turun-temurun dengan penuh penghormatan.
Aura magis Tari Sanghyang terasa sejak ritual dimulai. Asap dupa dan kemenyan memenuhi udara, diiringi nyanyian suci dan doa-doa sakral yang menggema.
Dalam suasana hening penuh khidmat itu, para penari perlahan memasuki kondisi kerawuhan atau trance, diyakini sebagai tanda bahwa roh suci telah hadir merasuki tubuh mereka.
Masyarakat Bali percaya, pada sasih kelima dan sasih keenam dalam penanggalan Bali, sosok gaib menyeramkan bernama Ratu Gede Mecaling keluar menyebarkan wabah penyakit, malapetaka, hingga kesialan bagi manusia, tanaman, dan hewan ternak.
Untuk menangkal ancaman tersebut, digelarlah upacara “Nangiang Sanghyang” sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada kekuatan suci.
Dalam kondisi tak sadarkan diri, penari Sanghyang dipercaya menjadi media turunnya Hyang, roh suci yang datang untuk membersihkan desa dari energi buruk dan menolak bala.
Bahkan dalam beberapa ritual, roh binatang suci yang dimuliakan masyarakat Bali diyakini turut hadir mengiringi tarian tersebut. Tarian ini menjadi simbol komunikasi antara manusia dengan alam niskala atau dunia tak kasatmata.
Merujuk pada karya I Made Bandem dalam Kaja and Kelod (1981) serta Ensiklopedi Tari Bali (1983), Tari Sanghyang memiliki hubungan erat dengan kekuatan ketuhanan dan spiritualitas masyarakat Bali.
Tak heran jika hingga kini Tari Sanghyang masih dianggap sebagai salah satu ritual paling sakral dan penuh misteri di Bali. Bukan hanya warisan budaya, tetapi juga cerminan keyakinan mendalam masyarakat Bali terhadap hubungan harmonis antara manusia, alam, leluhur, dan para dewa. (red/niluh)











