SUARASMR.NEWS JAKARTA – Kesulitan tidur atau sering terbangun di tengah malam ternyata bukan hanya dipengaruhi stres atau kebiasaan bermain gawai sebelum tidur.
Penelitian terbaru mengungkap, asupan serat yang cukup setiap hari berperan penting dalam meningkatkan kualitas tidur sekaligus menurunkan risiko gangguan tidur.
Dietisien Jullian Kubala, RD, dalam ulasan yang dipublikasikan Health pada 7 Juli 2026, menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibanding mereka yang kekurangan serat.
Serat selama ini dikenal membantu melancarkan pencernaan, menjaga kadar kolesterol, dan menyehatkan usus. Namun, manfaatnya ternyata jauh lebih luas karena juga berpengaruh terhadap produksi hormon dan zat kimia otak yang mengatur siklus tidur.
Menurut Kubala, serat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus yang menghasilkan asam lemak rantai pendek, senyawa yang membantu menjaga kesehatan usus sekaligus menekan peradangan dalam tubuh. Tingginya peradangan diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan tidur, termasuk insomnia.
Tak hanya itu, serat juga berkontribusi terhadap produksi serotonin, neurotransmiter yang berperan sebagai bahan baku pembentukan melatonin, hormon utama yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Karena sebagian besar serotonin diproduksi di usus, menjaga kesehatan usus melalui konsumsi serat menjadi langkah penting untuk mendukung tidur yang berkualitas.
Manfaat lain yang tak kalah penting adalah kemampuan serat membantu menstabilkan kadar gula darah. Serat memperlambat proses pencernaan sehingga penyerapan gula berlangsung lebih bertahap.
Kondisi ini membantu mencegah lonjakan maupun penurunan drastis gula darah yang dapat menyebabkan seseorang mudah terbangun pada malam hari.
Kebutuhan serat setiap orang berbeda-beda sesuai usia dan jenis kelamin. Secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 25–38 gram serat per hari, sementara Angka Kecukupan Gizi (AKG) menggunakan acuan sekitar 28 gram serat per hari berdasarkan pola makan 2.000 kalori.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh sebagai sumber serat alami.
Meski demikian, pola makan sehat bukan satu-satunya kunci. Para ahli juga menyarankan menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi penggunaan layar gawai menjelang tidur, serta menciptakan suasana kamar yang sejuk, gelap, tenang, dan nyaman agar kualitas tidur semakin optimal.
Dengan kata lain, tidur nyenyak bukan hanya soal kasur yang empuk, tetapi juga ditentukan oleh apa yang Anda konsumsi setiap hari. (red/niluh)











