Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana Lebih Sehat Jika Diminum Setiap Hari

oleh

SUARASMR.NEWS DENPASAR  Kopi sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Ada yang memilih kopi hitam karena aroma dan rasanya lebih kuat, sementara sebagian lainnya menyukai kopi susu karena lebih lembut dan mudah dinikmati.

Namun, di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan: mana yang lebih baik untuk kesehatan jika dikonsumsi setiap hari, kopi hitam atau kopi susu? Jawabannya tidak hanya bergantung pada jenis kopi, tetapi juga jumlah gula, krimer, sirup, serta kandungan kafein di dalamnya.

banner 930x110

Kopi Hitam Lebih Rendah Kalori

Kopi hitam tanpa gula, susu, maupun krimer memiliki kandungan kalori yang relatif rendah. Minuman ini juga mengandung antioksidan dan sejumlah senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat, konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk kemungkinan menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Selain itu, kopi hitam tanpa gula membantu mengurangi asupan gula tambahan dalam tubuh. Meski demikian, konsumsi kopi hitam tetap perlu dibatasi. Kandungan kafein di dalamnya dapat memicu jantung berdebar, gelisah, hingga gangguan tidur pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Kopi Susu Juga Bisa Menjadi Pilihan

Bukan berarti kopi susu selalu buruk bagi kesehatan. Susu justru mengandung protein, kalsium, dan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Persoalan biasanya muncul ketika kopi susu dicampur terlalu banyak gula, sirup, krimer manis, atau berbagai topping.

Semakin banyak bahan tambahan tersebut, semakin tinggi pula kandungan kalori dan gula dalam minuman. Karena itu, kopi susu dengan sedikit gula atau tanpa gula tentu berbeda dengan kopi susu yang menggunakan banyak pemanis. Artinya, bukan susunya yang menjadi masalah utama, melainkan jumlah gula dan bahan tambahan yang digunakan.

Baca Juga :  Segelas Jus di Pagi Hari: Rahasia Kecil untuk Energi, Imun Kuat, dan Pencernaan Sehat

Waspadai Konsumsi Kafein Berlebihan

Selain gula, kandungan kafein juga perlu menjadi perhatian. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya tidak dikaitkan dengan dampak negatif bagi sebagian besar orang dewasa.

Namun, batas tersebut bukan berarti semua orang bisa mengonsumsi kafein dalam jumlah yang sama. Tingkat sensitivitas setiap orang berbeda. Minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat membuat seseorang sulit terlelap.

banner 930x110

Sementara itu, bagi anak dan remaja, konsumsi kafein perlu lebih dibatasi. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyarankan batas sekitar 100 miligram per hari untuk usia 12–18 tahun. Remaja juga sebaiknya tidak menjadikan kopi sebagai kebiasaan harian, terlebih untuk menggantikan kebutuhan tidur.

Lalu, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jika ingin mengontrol kalori dan gula tambahan, kopi hitam tanpa gula menjadi pilihan yang lebih sederhana. Namun, kopi susu tetap bisa dinikmati selama komposisinya diperhatikan. Gunakan susu secukupnya dan batasi tambahan gula maupun sirup.

Pada akhirnya, bukan sekadar kopi hitam atau kopi susu yang menentukan dampaknya terhadap kesehatan. Jumlah konsumsi, bahan tambahan, dan kondisi tubuh masing-masing juga harus diperhitungkan.

Jadi, bagi pencinta kopi, tidak perlu terburu-buru meninggalkan kopi susu atau memaksakan diri hanya minum kopi hitam. Yang terpenting, nikmati kopi secara bijak, batasi gula tambahan, perhatikan asupan kafein, dan jangan sampai kebiasaan minum kopi mengganggu waktu istirahat. (red/niluh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *