Jamu hingga Pijat Tradisional Jadi Andalan, Indonesia Bidik Pasar Wellness Tourism Dunia

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Indonesia menyimpan kekayaan wisata kebugaran (wellness tourism) yang berpotensi menjadi magnet baru pariwisata dunia. Mulai dari jamu berbahan rempah, loloh khas Bali, pijat tradisional Jawa hingga Balinese massage yang telah mendunia, semuanya menjadi modal besar Indonesia untuk merebut pasar wisata kebugaran global.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan, Indonesia tidak kekurangan daya tarik untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis kesehatan dan kebugaran. Bahkan, tradisi tersebut telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat sejak zaman leluhur.

banner 930x110

“Tidak usah ditanya lagi apa yang tidak kita punya di Indonesia. (Pada wisata) kebugaran ini sudah sangat mengakar dalam kehidupan sehari-hari kita,” kata Ni Luh saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta, Kamis.

Menurut Ni Luh, wisata kebugaran Indonesia memiliki cakupan luas. Bukan sekadar aktivitas menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh keseimbangan pikiran, jiwa, raga hingga pola konsumsi makanan.

Kekayaan tersebut tercermin dari berbagai tradisi lokal yang diwariskan turun-temurun. Salah satunya adalah jamu khas Jawa yang diracik menggunakan aneka rempah asli Indonesia dan dipercaya masyarakat untuk menjaga daya tahan serta kebugaran tubuh.

Tradisi serupa juga berkembang di Bali melalui minuman herbal bernama loloh yang menggunakan bahan-bahan alami.

Tak hanya minuman tradisional, Indonesia juga memiliki warisan teknik pemijatan yang beragam. Berbagai metode spa tradisional telah berkembang sejak masa kerajaan dan diwariskan lintas generasi.

Pengalaman tersebut semakin khas dengan penggunaan minyak aromaterapi yang memiliki karakter wewangian berbeda di setiap daerah.

“Leluhur kita punya tradisi pijat bahkan saat ini Balinese dan Javanese massage sudah sangat mendunia. Saya pikir ini adalah suatu kekuatan yang perlu kita kuatkan di kancah global bahwa Indonesia sangat kaya,” ujar Ni Luh.

Baca Juga :  Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Mengguncang Publik, DPR RI Siap Panggil Polri hingga LPSK Usai Lebaran 2026

Tren Wisata Dunia Bergeser, Pengalaman Personal Jadi Buruan

Potensi wellness tourism semakin terbuka seiring perubahan tren perjalanan wisata pascapandemi COVID-19. Wisatawan kini tidak lagi sekadar mencari destinasi populer atau berlibur secara berkelompok, tetapi mulai memburu pengalaman yang lebih personal, menenangkan dan memiliki makna.

Tren tersebut juga terlihat dari meningkatnya ketertarikan terhadap aktivitas yang menggabungkan kebugaran fisik dan ketenangan pikiran, seperti yoga dan pilates.

banner 930x110

Ni Luh menilai perubahan perilaku wisatawan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan destinasi yang menawarkan pengalaman menyeluruh, mulai dari relaksasi, kesehatan, kuliner hingga interaksi dengan masyarakat lokal.

Jika sebelumnya wisatawan banyak memburu hotel dengan tema tertentu di kawasan perkotaan, kini pilihan mulai bergeser ke vila dengan suasana alam, ketenangan dan privasi.

“Dulu wisatawan banyak berada di kota yang ramai, kemudian mulai mencari yang lebih ke alam, yang berhubungan dengan warga lokal. Jadi sesuatu yang benar-benar membawa mereka pada titik kedamaian tertentu dan menjadi salah satu alasan yang mengubah arah pariwisata kita secara keseluruhan,” katanya.

Kemenpar Siapkan Strategi, Wellness Tourism Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru

Melihat peluang tersebut, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisata kebugaran menjadi salah satu sektor yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat dan pelaku industri pariwisata.

Kementerian Pariwisata juga menggandeng berbagai pelaku industri untuk menghadirkan sejumlah agenda unggulan, di antaranya Wonderful Indonesia Wellness (WIW) dan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG).

Kedua agenda tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan wisata kebugaran dan gastronomi Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan modal tradisi jamu, ramuan herbal, pijat khas daerah, kuliner hingga keindahan alam, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar wellness tourism internasional.

Baca Juga :  KPK dan DJP Satukan Kekuatan, 410 Pejabat Bergerak, Perang Total Lawan Korupsi Pajak

Tantangannya kini adalah bagaimana kekayaan warisan leluhur tersebut dikemas menjadi pengalaman wisata berkelas dunia tanpa kehilangan nilai budaya dan filosofi lokal yang menjadi identitasnya. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *