SUARASMR.NEWS – Kesehatan saluran cerna anak kembali menjadi sorotan. Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto, menegaskan bahwa prebiotik memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan pencernaan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Kamis, Frieda menjelaskan bahwa prebiotik bukan sekadar serat biasa. Zat ini merupakan makanan khusus bagi bakteri baik di usus yang berperan besar dalam meningkatkan penyerapan nutrisi.
“Prebiotik membantu menjaga keberagaman bakteri baik di saluran cerna, sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh anak bisa terserap lebih maksimal,” kata Frieda.
Dari ASI hingga MPASI: Sumber Prebiotik Alami : Menurut Frieda, kebutuhan prebiotik sebenarnya sudah terpenuhi sejak bayi melalui ASI, yang mengandung oligosakarida alami.
Seiring bertambahnya usia, anak bisa mendapatkan prebiotik dari berbagai makanan tinggi serat, terutama saat mulai mengonsumsi MPASI.
Beberapa sumber alami prebiotik yang direkomendasikan antara lain: Sayur dan buah. Jamur, asparagus, dan bawang bombay. Apel, semangka, persik putih, hingga pisang
Namun, tidak semua serat otomatis menjadi prebiotik. Serat harus tetap utuh hingga mencapai usus besar agar bisa difermentasi oleh bakteri baik.
Frieda menekankan bahwa proses fermentasi prebiotik akan menghasilkan senyawa penting berupa Asam Lemak Rantai Pendek (SCFA).
Senyawa ini memiliki manfaat besar, mulai dari memberi energi pada sel usus hingga membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit.
“SCFA ini membuat sel-sel di usus besar bekerja lebih aktif. Itu sebabnya serat sangat penting, terutama untuk anak yang mengalami konstipasi,” jelasnya.
Dalam dunia medis, kombinasi prebiotik seperti inulin, laktulosa, FOS, dan GOS telah lama diteliti. Frieda menyebutkan bahwa komposisi FOS:GOS 1:9 terbukti paling efektif dalam meningkatkan jumlah bakteri baik, termasuk lactobacillus dan bifidobacterium.
“Komposisi ini sudah terbukti selama puluhan tahun mampu memperkuat ekosistem bakteri baik di usus,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Frieda mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak dalam memilih makanan anak. Ia mendorong pengenalan camilan sehat berbasis serat sejak dini, sebagai alternatif dari makanan ultra proses yang tinggi gula.
“Mulailah biasakan anak mengonsumsi makanan alami. Jangan terlalu bergantung pada makanan ultra processed seperti wafer atau biskuit,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya prebiotik, orang tua diharapkan dapat lebih memperhatikan pola makan anak demi menciptakan generasi yang lebih sehat dari dalam. (red/niluh)











